Thursday 20 September 2018

Touring Kunjungan Garasi Sumber Group 2018 Bablas Jember Kembali

   Kunjungan Garasi Sumber Group  dalam rangka mempererat silaturahmi antara pihak Po. Sumber Group dengan para manianya akhirnya kembali diadakan pada tanggal 2 September 2018 pasca terakhir terselenggara pada tahun 2016 kemaren. Tentu saja momen ini sangat dinanti-nanti oleh para teman-teman pecinta bus Sumber Group yg sering mengikuti kegiatan cangkruk di masing-masing korwilnya baik Surabaya, Madiun, Solo, Jogja maupun Semarang karena bisa berkesempatan untuk melihat suasana garasi secara resmi dan bisa tanya jawab langsung dengan owner Po. Sumber Group yaitu Bapak Setyaki Sasongko. 
  Alhamdulillah tahun ini sya diberi kesempatan lagi untuk ikut meramaikan acara ini bersama keluarga besar teman-teman dari korwil JOSS (Jogja-Solo-Semarang). Biasanya teman2 akan berkumpul di Terminal Tirtonadi dulu kemudian berangkat bersama-sama langsung menuju Surabaya dulu menggunakan salah satu bus Sumber Group, namun seperti biasa sya ijin untuk berangkat sendiri karena mau melakukan perjalanan trip to trip biar ada seninya hehehe... Beberapa teman yg lain seperti Adi, Bayu, dan Geo juga melakukan hal serupa dengan KPS yg beda-beda.
   Niatnya, setelah acara kunjungan garasi nanti selesai, sya akan melanjutkan perjalanan menuju Jember biar sekalian jalannya dengan rute Surabaya-Probolinggo-Jember-Probolinggo-Malang-Surabaya kemudian balik lagi ke Jogja via Solo. Untuk menghemat biaya, sya kembali menggunakan poin redBus yg tersisa untuk memesan tiket SR Patas Surabaya-Solo PP yg masing2 seharga 75rb ini. Lumayan hanya bayar 22,5 rb saja untuk dua tiket ini. Klo teman2 pengen touring secara GRATIS seperti ini, bisa dimulai dengan cara instal aplikasi redBus di HP teman2 dengan menggunakan kode referensi RED0X1C17D7 saat login nantinya (Promosi=berbagi ilmu itu indah hehe), langsung deh nanti dapat bonus 80rb buat modal awal biar nanti bisa mencapai poin sesuai yg ditargetkan teman2 sendiri biar bisa mencoba naik armada SR Patas ini.

Bagaimana keseruan perjalanan menuju garasi Sumber Group yg dilanjutkan menuju Jember ini? Mari kita simak bersama Check it out ....

HARI 1
20.15 : Menuju Janti naik Grab Bike untuk menunggu bus tujuan Solo. Rencana sih pengen naik Mira 7178 bareng Adi yg udah standby berada di dalam kabin bus tsb karena dia berangkat dari terminal Giwangan. 
20.30 : Tiba di Janti, Mira 7178 masih terpantau baru melewati Ketandan berdasarkan toweran dari Adi.
20.35 : Saat Mira 7178 mulai menampakkan wujudnya melintasi Janti, sya telah bersiap menunggu di depan pos polisi Janti ternyata malah diblong begitu saja karena dianya kagak mau berhenti. Yasudahlah males banget harus ngejar bus tsb sampe halte, biarin aja alias bodo amat karena di belakangnya masih banyak kok bus yg mau berhenti. Dan sya pun terpaksa membiarkan Adi bersama Mira 7178 berlalu begitu saja lepas landas dari area Janti ini saking jengkelnya hmmm... (jual mahal mode on)
20.47 : 10 menit kemudian barulah SS 7204 dg body new discovery yg datang menghampiri sya dan membukakan pintunya untuk penumpang meteran ini tanpa harus ngejar2 bus. Hotseat yg masih tersisa satu pun langsung sya amankan untuk menikmati perjalanan menuju Solo ini. Secara perlahan, bus bermesin Hino AK8  ini mulai lepas landas meninggalkan Janti tanpa ngetem lagi di halte Janti dan terus menyeser penumpang hingga Prambanan.
Onboard SS 7204
21.05 : Melintas Prambanan. Lepas Prambanan, RPM mesin mulai sedikit dinaikkan sambil memiyak jalanan di malam minggu ini yg cukup padat walaupun driver SS 7204 termasuk typikal driver yg woles ajah.
Melintas Prambanan
21.23 : Melintas Bendo Gantungan tiba-tiba SR 7168 muncul dari sisi kanan meminta jalan pada saudara segarasinya ini kemudian kedua bus ini saat memasuki bypass Klaten.
DiOT SR 7168
Gandeng dengan SR 7168
21.25 : Memasuki bypass Klaten langsung bergoyang untuk mendahului kawanan truk pasir yg berjalan pelan di jalurnya sambil mengejar SR 7168 yg begitu licin larinya hingga sulit diimbangi.
Memasuki Bypass Klaten
Mengejar SR 7168
21.29 : Memasuki terminal Klaten untuk sekedar absen jumlah penumpang sama Pak Dishub bersama SR 7168 kemudian digeber lagi keluar terminal. 
Memasuki Terminal Klaten
21.33 : Lepas terminal Klaten langsung menggoyang kendaraan yg didominasi kawanan truk pasir yg lagi antri di bangjo namun penampakan SR 7168 begitu cepat tak terlihat lagi bak ditelan bumi.
Lepas Terminal Klaten
21.50 : Melintas Delanggu. Eka 7561 yg disusul oleh Rosin NL 332 tujuan Malang terlihat suoss larinya di saat SS 7204 menepi menurunkan penumpang. SS 7204 sempat ikut-ikutan konvoi bareng dua armada ini hingga Eka 7561 berhasil melesat lebih dahulu tak terkejar berkat larinya yg begitu licin bak belut.
Melintas Delanggu
22.05 : Melintas Kartosuro. Aksi kejar-kejaran dengan Rosin NL 332 sepertinya hanya berakhir sampai di sini karena SS 7204 harus berhenti menurunkan penumpangnya.
Mengejar Rosin NL 332
Melintas Kartosuro
22.25 : Alhamdulillah sampai di Terminal Tirtonadi langsung diparkirkan di belakang shelter yg masih ditempati Mira 7156 yg sepertinya perpal Solo tadi karena ga ada penampakannya di Jogja. Lanjut menuju toilet dulu kemudian baru bergabung bersama teman2 SGL Korwil Solo.
Tiba di Terminal Tirtonadi
22.35 : Cangkruk dulu bersama teman2 SGL Korwil Solo sebelum sya mlipir berangkat duluan bersama SR 7120 sedangkan mereka rencananya akan naik SR 7003 yg kebetulan lagi perpal Tirto dan akan ngeslah menuju Surabaya.
Cangkruk SGL di Terminal Tirtonadi
22.50 : Mulai khawatir tentang kejelasan posisi SR 7120 saat ini karena berdasarkan towerannya Adi katanya ga melihat ada penampakan SR 7120 di Giwangan namun menurut towerannya Bimo yg lagi otw dari Giwangan katanya ada tadi busnya. Klo misalnya ga ada kan sya bisa nego ngikut SR 7168 yg baru saja menghuni shelter patas Surabaya, apalagi yg bawa mas Yuli yg baru naik dari Solo ini hehe...
23.00 : Akhirnya SR 7120 berbody New Setra Jetbus 2 non HD yg dinanti-nanti datang juga memasuki terminal Tirtonadi sehingga sirna sudah kegalauan nasib sya ini.  Langsung konfirmasi kepada kondekturnya dulu sebelum naik kmudian langsung mengamankan hotseatnya. Syangnya, bus Jogjanan dengan konfigurasi seat 2-2 sejumlah 40 seats Aldilla ini belum dilengkapi selimut seperti armada Purwokerto/Cilacap/Bandung/Banjarnegara walaupun udah tersedia fasilitas toilet di belakang. Legroom bus ini juga sempit banget untuk ukuran patas padahal dulu pas blum dikasih toilet masih lumayan lega.
SR 7120
Legroom yang Sempit
23.05 : Saatnya SR 7120 parkir di shelter pasca Eka 7008 diberangkatkan. Klo jam malam kyak gini, keberangkatan bus Patas arah Surabaya memiliki interval yg justru lebih rapat daripada ATBnya sehingga tak jarang beberapa bus Eka lebih memilih labas saja daripada parkir cuma 5 menitan aja.
Antri Parkir Shelter
SR 7120 Parkir Shelter
23.13 : Hanya sekitar 7 menit saja bus ini parkir shelter kemudian langsung tancap gas meninggalkan terminal Tirtonadi menuju arah Nusukan dengan kendali pak Yono yg biasanya bawa SR 7802. Cukup miris melihat okupansi SR 7120 yg bisa dikatakan hanya membawa bangku saja karena hanya bertambah 2 penumpang saja termasuk sya, sampai sya aja ngaplah2 sendirian di dua bangku terdepan ini.
Berangkat dari Terminal Tirtonadi
Menuju Arah Nusukan
23.26 : Memasuki ringroad Sroyo, bus lumayan dipacu kencang namun suspensi kriyet-kriyetnya yg udah parah banget ini membuat kenyamanan sedikit berkurang.
Melintas Ringroad Sroyo
23.30 : Melintas Masaran, kondisi jalanan yg aksi mosak-masik menggoyang kanan kendaraan lain menjadi suguhan menarik pada pagi hari ini.
Melintas Masaran
23.40 : Melintas Pungkruk Sragen lanjut menyusuri ringroad. 
Melintas Pungkruk
Melintas Ringroad Sragen
23.50 : Melintas Pilangsari, Eka 7366 terlihat melenggang duluan saat SR 7120 lagi berhenti buat menambahkan 1 poin untuk mengisi seat kosong di dalamnya.
Melintas Pilangsari


HARI 2
00.02 : Melintas Tunjungan terus berusaha mengejar Eka 7366 walaupun makin lama malah makin menjauh.
Melintas Tunjungan
00.17 : Melintas Mantingan berhasil gandeng dengan Eka 7366 lagi namun akibat SR 7120 harus terjebak lampu bangjo yg memerah sedangkan Eka 7366 berhasil meloloskan diri akhirnya SR 7120 membiarkannya melesat duluan.
Melintas Mantingan
00.25 : Memasuki alas Mantingan, kembali diasapi Eka 7511 karena gelagat tak biasa mulai terasa pada SR 7120 ini ditambah bunyi alarm overheating yg tiba-tiba berderu tak henti-henti. Duh, pasti ada yg trobel pada armada ini.
Memasuki Alas Mantingan
00.30 : Nah puncaknya saat melintas Gendingan, SR 7120 terpaksa harus menepi terlebih dahulu untuk mengisi air radiator. Ternyata sejak berangkat dari Solo tadi udah bermasalah kyak gini namun tetap dipaksa ngelen. Saat berhenti, SS 7205, Mira 7215 dan SR 7117 terlihat gandeng-gandeng menuju arah Surabaya.
Menepi di Gendingan
00.38 : Bus kembali diberangkatkan sesaat setelah SR 7117 melintas. Pasca trobel tadi nampaknya Pak Yono mulai memanas dan langsung tancap gas mengejar saudaranya tsb.
Mengejar SR 7117
00.42 : Memasuki alas Banjarejo, bus masih terus digeber mosak-masik melahap smua kendaraan yg ada di depannya. Kondisi padat merayap sepanjang alas Banjarejo yg didominasi beberapa truk dan kendaraan kecil ini digoyang kanan semuanya dengan penuh keyakinan klo tak ada kendaraan yg melaju dari arah berlawanan, bikin merem melek rasanya. SR 7117 yg berhasil terkejar ini juga tak luput dari aksi nekat SR 7120 yg terus mengisi lajur kanan ini. 
MengOT SR 7117
Melintas Alas Banjarejo
00.52 : Melintas Sidowayah masih terus ngejoss larinya.
Melintas Sidowayah
01.00 : Memasuki terminal Kertonegoro Ngawi hanya untuk numpang lewat aja. 
Memasuki Terminal Kertonegoro
01.08 : Melintas Ngawi Lama, terlihat SS 7205 masih ngetem di sini berarti udah tercentang Mira 7215 tadi. SR 7120 langsung ngejoss lagi sepanjang jalur Ngawi-Madiun ini hingga sya pun tak kuasa buat tertidur sejenak zzzz....
Melintas Ngawi Lama
01.35 : Bangun-bangun udah memasuki ringroad Madiun.
Memasuki Ringroad Madiun
01.42 : Memasuki terminal Madiun dan kembali harus mengisi air radiator karena udah terdengar bunyi alarm overheating sejak memasuki ringroad Madiun tadi. Kyaknya per 1 jam an ke depan bakalan terjadi hal serupa lagi nih.
Memasuki Terminal Madiun
01.50 : Meninggalkan terminal Madiun dan lumayan dapat lagi beberapa penumpang tujuan Surabaya yg naik dari depan terminal. Penampakan Mira 7829 yg telah memasuki terminal Madiun sempat membuat sya heran karena SS 7205 aja belum nampak hilalnya tapi malah Mira 7829 udah masuk, bisa diartikan sendiri kan apa maksudnya hehe...
Meninggalkan Terminal Madiun
01.57 : Melintas Nglames tiba-tiba dikejutkan dengan aksi goyang kanan ala Mira 7829 kemudian langsung ngacir dengan kencang. Sapaan berupa klakson pun dilontarkan Mira 7829 pada SR 7120 yg telah memberinya jalan.
DiOT Mira 7829
02.05 : Melintas Caruban. Kali ini SR 7120 terpaksa tidak dimampirkan RM. Utama karena pengen cepet2 sampai garasi akibat mobil yg terus-terusan bermasalah ini. Untung aja sya ga membeli voucher makan jadi ya ga rugi dan justru malah untung bisa nyampe Surabaya lebih cepat.
Melintas Caruban
02.15 : Mulai meliuk-liuk di kawasan Alas Saradan dengan manufer-manufer cantiknya yg ga bisa lepas dari lajur kanan dan tentunya bikin deg-degan
Melintas Saradan
Melintas Saradan
02.23 : Melintas Wilangan.
Melintas Wilangan
02.37 : Saar melintas Guyangan, kembali SR 7120 harus diajak menepi ketiga kalinya karena alarm overheating mulai terdengar lagi.
Menepi di Guyangan
02.45 : Melintas depan terminal Nganjuk untuk menurunkan penumpang dan kebetulan juga ada yg naik. Lanjut ngejoss lagi melewati kota Nganjuk.
Melintas Terminal Nganjuk
03.00 : Melintas jalur Nganjuk-Braan selepas Sukomoro, rpm mesin mulai dinaikkan kembali dan terus melaju kencang di kisaran 100-110 kpj saat jalanan selebar ini seperti milik sendiri. Mantap bener larinya biar cepet sampai Surabaya dan langsung diperbaiki.
Melintas Jalur Nganjuk-Braan
03.37 : Sebelum melintas depan terminal Jombang, Pak Yono kembali menepikan armadanya untuk mengisi air radiator karena alarm overheating udah mulai terdengar lagi.
Menepi Sebelum Terminal Jombang
03.45 : Melintas Peterongan. Sepanjang Peterongan hingga Mojokerto, SR 7120 ini konstan dipacu kenceng hingga jarum spedometer pun ga mau turun dari angka 100 kpj sambil mosak-masik larinya mumpung lagi sepi.
Melintas Peterongan
04.00 : Memasuki bypass Mojokerto.
Memasuki Bypass Mojokerto
04.03 : Sebelum melintas depan terminal Mojokerto, kembali SR 7120 harus diajak menepi lagi karena alarm overheating mulai terdengar lagi.
Menepi Sebelum Terminal Mojokerto
04.10 : Sesaat setelah SR 7120 kembali melaju, kedatangan SR 7117 yg tiba-tiba menggoyang kanan SR 7120 dengan sadisnya membuat Pak Yono terpycu dan berbalik tancap gas mengejar saudaranya tsb lagi. Lepas Mertex, SR 7117 tak berdaya diseset kanan balik oleh SR 7120 yg kemudian keduanya berlari beriringan menuju Surabaya.
Mengejar SR 7117
04.22 : Memasuki bypass Krian, SR 7120 kembali digeber kencang mengejar Eka 7501 yg nampak di depannya.
Memasuki Bypass Krian
Mengejar Eka 7501
04.30 : Baru sejenak berhasil menyeset kiri Eka 7501, SR 7120 kemudian menepi di penghujung bypass Krian ini untuk mengoperkan seluruh penumpangnya ke SR 7117 karena driver SR 7120 pengen langsung masuk garasi biar ga ada acara berhenti-henti lagi akibat radiator yg overheat. Kondisi SR 7117 yg glondang nyaris tak berpenghuni membuat sya masih bisa dapetin hotseatnya. Menurut sya, SR 7117 ini jauh lebih nyaman karena lebih longgar legroomnya dan tidak seberisik suspensi SR 7120.
Oper-Operan Penumpang SR 7120 ke SR 7117
Onboard SR 7117
04.35 : Memasuki garasi Sumber Group untuk berganti sopir langsiran yg akan membawa SR 7117 ini melanjutkan perjalanannya menuju terminal Bungurasih. Kok ga turun sini aja? karena tempat kumpulnya semua peserta kunjungan dipusatkan di terminal Bungurasih dulu baru nanti berangkat sama2 ke sini.
Memasuki Garasi Sumber Group
04.55 : Alhamdulillah sampai di terminal Bungurasih dengan selamat walaupun harus mengalami kejadian kurang mengenakkan saat mendapati SR 7120 yg lagi bermasalah radiatornya hingga akhirnya dioper ke SR 7117 yg penting bisa mengejar waktu shalat Subuh.
Tiba di Terminal Bungurasih
05.00 : Shalat subuh sekaligus mandi dulu sebelum menghadiri acara inti nanti.
05.30 : Menunggu kedatangan rombongan teman2 SGL Korwil JOSS yg masih pada otw menuju Bungur di ruang tunggu penumpang sambil mengisi amunisi HP.
07.10 : Ganti suasana dg menunggu kedatangan teman2 di belakang shelter sambil sarapan nasi bungkus dan menikmati hiruk pikuk terminal di pagi hari ini. Kebetulan Adi dan Bayu juga baru saja mendarat bersama Harapan Jaya ATB disco dan langsung nyamperin ke sini.
Suasana Terminal Bungurasih Pagi Hari

Suasana Terminal Bungurasih Pagi Hari
08.00 : Rombongan teman2 SGL dari Solo yg menggunakan armada SR 7003 edisi ngeslah ini mulai pada berdatangan dilangsir oleh armada SR 7238 dari garasi ke Bungur. 
08.45 : Proses pembagian ID Card dan absensi peserta kunjungan garasi Sumber Group tahun 2018 semua korwil.
09.00 : Menuju garasi Sumber Group nebeng armada SR 7226 yg pulang ke garasi bersama teman2 dari korwil Madiun dan Surabaya.
Menuju Garasi SG
09.20 : Alhamdulillah tiba di garasi Sumber Group disambut oleh penampakan dua armada terbarunya SR 7369 dan 7367 dengan body discovery DC03 yg lagi dipajang buat sesi foto nanti. Lanjut menuju aula tempat diadakannya acara inti kunjungan garasi tahun 2018 kali ini.
Armada Terbaru Discovery DC03 Milik SG
Acara Kunjungan Garasi SG 2018
09.30 : Acara kunjungan garasi Sumber Group 2018 dimulai dengan pembukaan kemudian sambutan dari owner Po. Sumber Group, Bapak Setyaki Sasongko dilanjutkan acara tanya jawab dan kuis seputar Sumber Group serta ditutup dengan doa. Melalui acara seperti ini, kita sbg penikmat armada SG bisa secara langsung menyampaikan saran dan kritik yg bakalan langsung ditanggapi oleh pihak management. Oh iya sekedar menyampaikan aja pesan dari pihak management Sumber Group agar kita lebih bijak dalam menguplod video-video yg berkenaan dg Sumber Group agar tidak memperburuk citra armada Sumber Group kalangan masyarakat.
Acara Kunjungan Garasi SG 2018
Acara Kunjungan Garasi SG 2018
Owner Sumber Group : Bapak Setyaki Sasongko
11.00 : Acara  selanjutnya yaitu foto bersama para petinggi Po. Sumber Group dilanjutkan makan siang bareng2 persembahan dari RM. Koki Kita.
SGL Korwil JOSS
SGL Semua Korwil
11.35 : Acara kunjungan ini diakhiri dengan roadtest armada terbaru discovery DC03 dari Sumber Group bersama SR 7369 menuju Jembatan Suramadu. Syangnya, acara ini tak banyak diikuti oleh teman2 korwil JOSS karena mayoritas pada mengejar jamnya SR 7168 yg kebetulan saat itu yg bawa mas Yuli sehingga hanya menyisakan sya, Adi, Geo, Bayu dan mas Anggi yg mewakili korwil JOSS buat ikut acara ini, jadi sepi dan kurang gayeng deh...
Berangkat Menuju Suramadu
12.45 : Melintasi jembatan Suramadu.
13.00 : Alhamdulillah udah sampai di area wisata jembatan Suramadu. 30 menit waktu yg diberikan hanya kami manfaatkan untuk shalat Dhuhur dan hunting foto di sekitar Suramadu ini.
SR 7369 di Area Wisata Suramadu
SR 7369 di Area Wisata Suramadu
13.40 : Sesuai kesepakatan, akhirnya SR 7369 mulai lepas landas meninggalkan area wisata jembatan Suramadu demi mengumatamakan adek Bayu yg udah gelisah klo ga bisa terkejar jamnya SR 7146 yg berangkat jam 15.30 dari terminal Bungurasih. Sebenarnya KPS sya ke Jember udah gatot di awal karena seharusnya mulai berangkat jam 14.15 tapi enjoy aja lah masih ada plan B.
13.55 : Melintas jembatan Suramadu lagi kemudian bermacet-macetan di kawasan Kenjeran hingga Jalan Jakarta. Nah ini yg bikin si Bayu mukanya makin kusut aja karena deg-degan bisa terkejar atau ga nih SR 7146 nya walaupun udah dihibur oleh kita-kita dg kekonyolan2 unfaedah selama di dalam bus SR 7369 ini.
14.55 : Saat melintas Medaeng, terlihat penampakan SR 7146 yg lagi berhenti di bangjo dari arah garasi. Melihat hal tsb, perasaan lega mulai nampak dari raut mukanya Bayu dan seketika ia memilih turun di depan Koki Kita untuk menanti armada yg membuatnya galau sepanjang perjalanan menuju Suramadu tadi. Alhamdulillah tragedi ketinggalan bus tak terjadi pada episode kali ini.
15.00 : Alhamdulillah mendarat dengan selamat di terminal Bungurasih kembali. Kami ucapkan terima kasih atas sambutan para teman2 SGL Korwil Surabaya yg luar biasa sebagai tuan rumah acara sekaligus pengertiannya juga dg keadaan kami yg pada terkena jam mepet semua walaupun tujuannya beda-beda. Sebelum berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing, sya, Adi, Geo dan mas Anggi tak lupa menunaikan shalat Ashar berjamaah terlebih dahulu.
15.10 : Usai shalat, Adi langsung menyusul Bayu yg udah berada di dalam kabin SR 7146, mas Anggi menuju armada SR 7207 yg baru saja memasuki area parkir terminal Bungurasih sedangkan sya dan Geo mlipir nyari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan kami ke Jember secara trip to trip. Oh ya untuk ngetrip ke Jember kali ini sya ga sendirian alias berduet sama Geo yg tumben-tumbenan mau diajak padahal klo ngumpul biasa aja perpal mulu nih anak muehehe...
15.30 : Akhirnya armada ATB yg ditunggu pun datang. Penampakan Akas IV N 7641 UR a.k.a Si Boy dengan balutan body All New Legacy SR1 mulai terlihat memasuki area parkiran belakang terminal. Bus ini memiliki konfigurasi seat 2-3 sejumlah 59 seats termasuk smoking room dengan kondisi seat yg nyaman untuk sekelas ATB. Ini adalah kali kedua sya naik armada ini dan pengalaman pertama buat Geo. Rencananya kami hanya akan Surabaya-Probolinggo saja kemudian berganti armada Akas NR ATB "Rewel Pegat" yg kebetulan juga udah datang dari Madura menuju Jember. Semoga aja bisa nuntut terkejar di Probolinggo karena Akas NR tsb bakalan parkir duluan nnti soalnya.
Akas IV "Si Boy"
Interior Akas IV "Si Boy"
Interior Akas IV "Si Boy"
Interior Akas IV "Si Boy"
Tabel Tarif Akas IV
Video selengkapnya tentang interior armada, fasilitas dan sedikit perjalanan bersama Akas IV N 7641 UR "Si Boy" ini dapat dilihat DI SINI.

16.10 : Bus mulai memasuki shelter setelah Ladju bumel tadi diberangkatkan. Video dangdut Banyuwangian pun mulai diputar sebagai hiburan perjalanan bagi para penumpangnya yg akan menuju daerah tapal kuda ini.
Parkir Shelter
16.13 : Hanya sekitar 3 menitan saja, Akas IV "Si Boy" ini merasakan parkir shelter yg cukup singkat ini dan langsung diberangkatkan menuju Probolinggo dengan membawa penumpang yg hanya beberapa saja ga, sampai 10 orang. Jam sore di shelter ekonomi tujuan Probolinggo-Jember/Situbondo-Banyuwangi ini emang termasuk jam panas nan rapet makanya ada beberapa bus Akas dari Madura yg lebih memilih nyari penumpang di luar shelter atau langsung labas ga parkir shelter.
Berangkat Meninggalkan Shelter
16.25 : Memasuki tol Surabaya-Gempol, bus berchasis Hino RK8 ini langsung dipacu kenceng terus namun tetap alus dengan kondisi jalan yg lumayan ramai lancar. Beberapa kali spedometer yg terlihat bertengger di angka 100-120 kpj serta bunyi kriyet2 yg minim terdengar dari dalam kabin armada ini makin membuat kami merasa tak salah memilih salah satu armada ekonomi termewah di jalur tapal kuda ini.
Memasuki Tol Surabaya-Gempol
16.40 : Melintas arteri Porong berhasil mengasapi Sabar Indah 9162 tujuan Ambulu yg sama-sama lagi berpacu menyeser penumpang sebelum masuk tol lagi.
Melintas Arteri Porong
MengOT Sabar Indah 9162
16.48 : Lanjut memasuki tol lagi menuju arah Gempol. Terlihat pemandangan kemacetan parah sedang berlangsung di pintu keluar GT. Porong untuk lalu lintas yg menuju arah Surabaya.
Memasuki Tol Porong-Gempol
16.51 : Melintas Gempol terlihat Ladju bumel tadi yg baru beranjak meninggalkan tempat ngetemnya. Hal ini memicu driver Akas IV "Si Boy" untuk sedikit memberikan pelajaran agar ga kebiasaan gandoli terus tiap hari dengan mengejarnya kemudian mengambil penumpang di depannya setelah mengasapinya. Aksi kejar-kejaran cukup sengit ini berlangsung hingga Bangil hingga akhirnya si Ladju memilih mundur timbang lara ati hehe...
Melintas Gempol
17.10 : Melintas Kali Telu, Bangil.
Melintas Kali Telu, Bangil
17.20 : Memasuki kota Pasuruan, Akas IV 7003 bermesin kuler yg tadi parkir shelter di belakang Akas IV "Si Boy" ini udah berhasil mengasapi saudaranya ini saat lagi menepi menurunkan penumpang. Kondisi ini tak lama bertahan saat Akas IV 7003 juga menurunkan penumpangnya sehingga Akas IV "Si Boy" kembali memimpin. Benar-benar jam sore yg panas pemirsa, padahal udah lari lumayan kenceng tadi masih juga bisa disundul.
Memasuki Kota Pasuruan
17.30 : Selepas terminal lama Pasuruan terjebak kemacetan cukup panjang akibat perbaikan jalan yg membuat ruas jalan utama yg bisa dilalui hanya bagian sisi kanan saja untuk dua jalur. Saat itu penampakan Akas NR ATB Hino RG juga terlihat berada di barisan terdepan antrian sehingga acara kemacetan ini berhasil mengumpulkan 5 armada bumelan Probolinggo yg udah gandeng-gandeng ini.
Macet di Pasuruan
17.40 : Melintas terminal baru Pasuruan, Akas IV 7003 kembali memimpin di depan saat Akas IV "Si Boy" harus menepi sebentar untuk menurunkan penumpangnya. Geliat Akas IV 7003 yg begitu licin memiyak jalanan menjadikannya cukup sulit untuk bisa terkejar kembali.
Melintas Terminal Baru Pasuruan
Mengejar Akas IV 7003
17.45 : Melintas Ngopak.
Melintas Ngopak
18.00 : Mengisi solar di SPBU Sedarum bersama Akas IV 7003 yg lebih dulu sampai di sini dan juga lebih dulu angkat jangkarnya lagi.
Mengisi Solar di SPBU Sedarum
18.10 : Melintas Nguling, bertemu lagi dengan Sabar Indah 9162 tadi sehingga kembali terjadi aksi kejar-kejaran hingga memasuki Probolinggo.
Melintas Nguling
18.27 : Melintas pertigaan Ketapang, Probolinggo lanjut menuju arah terminal Bayuangga masih gandeng dg Sabar Indah 9162.
Melintas Pertigaan Ketapang
18.29 : Berhenti sebentar di kantor Akas IV Probolinggo sebelum masuk terminal untuk urusan administrasi kondektur sekaligus operan penumpang tujuan Jember pada Akas NR ATB "Rewel Pegat" yg tadi lepas landas duluan dari Bungur dan saat ini masih standby di sekitar kantor Akas IV untuk mencari penumpang operan tujuan Jember. Melihat adanya Akas NR ATB "Rewel Pegat" tsb yg masih standby di sini sempat membuat sya terpycu untuk turun dan menaikinya sesuai rencana awal namun hasrat ingin ke toilet dulu membuat kami memutuskan ikut masuk terminal dulu aja bersama Si Boy ini.
Berhenti di Depan Kantor Akas IV Probolinggo
18.34 : Alhamdulillah sampai juga di terminal Bayuangga, Probolinggo. Akas IV "Si Boy" ini bakalan lama banget nungguin jam parkirnya karena baru akan melanjutkan perjalanan menuju Situbondo-Banyuwangi sekitar pukul 20.00an nanti, jadi kasihan juga buat penumpang langsungan yg harus menunggu selama itu. Sesaat setelah kami menapakkan kaki di terminal ini, Akas NR ATB "Rewel Pegat" yg tadi masih terparkir di dekat kantor Akas IV ini untuk menunggu operan penumpang tujuan Jember mulai memasuki terminal. Sempat terpycu lagi buat naik bus tsb namun karena kondisinya udah moyong-moyong gitu jadi kami memutuskan untuk shalat dulu aja baru gass lagi.
Tiba di Terminal Bayuangga
18.40 : Shalat jamak magrib dan Isya dulu di mushola terminal.
18.55 : Kembali menunggu datangnya bus Akas ATB tujuan Jember. Kenapa harus Akas? Karena nyari armada yg jelas tarifnya biar ga kena gorok. Shelter Jember ekonomi sempat terisi bus Akas NR bumel dari Malang namun kami memilih menunggu bus Akas lainnya di belakangnya, siapa tahu ada yg lebih menarik dan dapat ATB tentunya.
Suasana Terminal Bayuangga
Suasana Terminal Bayuangga
19.35 : Hingga pukul 19.30, penantian kami mulai terasa sia-sia karena tak ada bus Akas ATB yg menuju arah Jember pasca menunggu lebih dari setengah jam di sini. Kedatangan Ladju bumel yg mengisi shelter Jember Ekonomi mulai menggerakkan hati ini untuk ikut armada tsb saja daripada nyampe Jember kemaleman nnti. Namun, saat kita baru akan melangkahkan kaki ini menuju bus tsb, tiba2 sosok Harapan Baru AG 7304 UY berjulukan Sapu Jagad dg body Max ini datang menyundul Ladju tsb sehingga membuat bus Ladju tsb langsung meninggalkan shelter. Secercah harapan datang saat Harapan Baru memasuki shelter dan seketika kami langsung membelot untuk memilih naik bus ini saja walaupun ga dapat hotseat. Seatnya juga lumayan nyaman tak se'kejam' seat bawaan Tentrem pada umumnya.
Ladju Parkir Shelter Jember Ekonomi
Harapan Baru "Sapu Jagad"
Onboard Harapan Baru "Sapy Jagad"
19.55 : Bus diberangkatkan kembali meninggalkan terminal Bayuangga namun belum terasa aksi mosak-masik ditunjukkan oleh armada ini hingga Jorongan.
Berangkat dari Terminal Bayuangga
20.20 : Melintas pertigaan Jorongan lanjut ambil kanan menuju arah Jember. Mulai terasa goyangan-goyangan maut dalam rangka memiyak jalanan yg masih cukup ramai ini.
Melintas Jorongan
20.25 : Melintas Leces. Jalanan yg mulai didominasi tanjakan dan dalam kondisi gelap karena minimnya penerangan selepas Leces ini justru membuat mesin Hino AK3HR armada ini terus meraung-raung dan mosak-masik sepanjang jalur Probolinggo-Jember ini.
Melintas Leces
21.00 : Melintas Klakah.
Melintas Klakah
21.17 : Memasuki terminal Minak Koncar, Wonorejo hanya untuk menurunkan penumpang kemudian labas gaspol lagi melanjutkan aksi mosak-masiknya menuju Jember, apalagi jalanan kawasan ini mulai sepi.
Memasuki Terminal Minak Koncar, Wonorejo
Lepas Wonorejo
21.40 : Melintas Jatiroto.
Melintas Jatiroto
Melintas Jatiroto
21.55 : Melintas Tanggul. Penampakan Ladju yg awalnya akan kami naiki tadi mulai terlihat di depan mata. Harapan Baru "Sapu Jagad" ini terus menempel si Ladju hingga akhirnya berhasil terasapi, jadi merasa ga rugi deh naik armada ini.
Melintas Tanggul
22.30 : Alhamdulillah sampai juga di Jember dan hanya diturunkan di depan terminal Tawang Alun saja karena bus ini akan melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Mantap dah bisa naik salah satu bumel handal di jalur Jemberan ini walaupun ga bisa merasakan hotseat sepanjang perjalanan. 
Tiba di Depan Terminal Tawang Alun
22.35 : Mencoba masuk ke dalam terminal dulu siapa tahu udah ada Akas Asri yg ngetem di situ sehingga kita bisa langsung puter balik. Namun faktanya, shelter ekonomi maupun patas tujuan Surabaya saat itu lagi dikuasai oleh kerajaan Bismillah group.
Suasana Terminal Tawang Alun Malam Hari
22.40 : Akhirnya mlipir keluar terminal dulu untuk mengisi amunisi di warung lesehan nasi goreng depan terminal langganan sya yg membuat Geo terheran-heran dg harganya yg cuma 8rb namun porsinya kyak kuli ini hohoho...
23.10 : Setelah kenyang, kembali menuju ke dalam terminal untuk mencoba peruntungan mendapatkan bus sesuai harapan kami. Akas Asri Jember-Madura angkatan jam 11 malam nampaknya tak juga muncul kehadirannya, sepertinya perpal sehingga tinggal mengandalkan Akas Asri PPan Banyuwangi-Surabaya yg berangkat sekitar jam 12 malam dari Jember.
23..50 : Hingga nyaris berganti hari, shelter Surabaya ekonomi masih dikuasai armada Bismillah group karena Akas Asri yg ditunggu-tunggu tak juga muncul rimbanya, sepertinya lagi-lagi perpal. Duh rasanya keberuntungan belum berpihak pada kami lagi. Semakin malam, kondisi penumpang tujuan langsung Surabaya yg sedang menunggu datangnya bus patas juga semakin ramai aja, ada kali klo dihitung udah bisa muat dua bus. Padahal jam malam kyak gini biasanya Patas Surabaya didominasi bus Ladju yg berangkat dari Banyuwangi. Kondisi ini membuat kami yg sempat  berwacana naik Patas juga cuma sampe Probolinggo lebih baik mengurungkannya. Keinginan sya untuk muter via Malang dulu pun kyaknya ga bisa terealisasi untuk saat ini sehingga sya memutuskan back to Surabaya bareng Geo lagi.
Shelter Surabaya Ekonomi


HARI 3
00.00 : Pergantian pemain pengisi shelter Surabaya ekonomi mulai terjadi setelah Jawa Indah Transindo bumel ex Harapan Jaya berangkat dan digantikan oleh Jawa Indah Transindo ATB ex Jaya Utama Purwodadi. Akhirnya kami menyerah pada pangkuan armada Bismillah group ini mumpung lagi diisi oleh armada ATBnya karena kami juga mulai dikejar waktu Subuh harus sampai di Surabaya lagi. Hotseat belakang driver yg super sempit ini pun kani amankan sambil menunggu entah kapan berangkatnya ini.
Jawa Indah Transindo ex Jaya Utama Purwodadi
Onboard Jawa Indah Transindo ex Jayut Purwodadi
00.25 : Kedatangan sosok bus Patas Sandy Putra yg mengusung chasis Hino AK8 ini langsung disambut gembira oleh para penumpangnya dan mulai berebut masuk ke dalamnya. Dalam hitungan detik, bus patas tsb langsung fullseat dan diberangkatkan menuju Surabaya meninggalkan penumpang lain yg tak kebagian kursi. Kondisi malam Senin ini serasa bagaikan musim mudik lebaran aja yah...
Bus Patas Sandy Putra yang Lagi Jadi Rebutan
00.35 : Bus mulai diberangkatkan meninggalkan shelter terminal Tawang Alun dan kembali ngetem cukup lama di depan terminal. 
Berangkat dari Shelter Terminal Tawang Akun
00.45 : Bus bermesin Hino AK1J ini akhirnya diberangkatkan dengan gaya kura-kura dulu menyusuri jalanan Jember-Probolinggo yg mulai sepi kendaraan hingga kawasan Bangsalsari untuk menyeser penumpang yg mulai langka bertebaran di pinggir jalan.
Berangkat dari Terminal Tawang Alun
01.10 : Melintas Bangsalsari, okupansi penumpang mulai terlihat rata bangku sehingga selepas Bangsalsari, barulah performa sebenarnya dari mobil setoran satu ini mulai ditunjukkan. Ternyata suosss juga larinya dan lumayan bikin senam jantung juga namun bagi sya justru malah kya dininabobokan rasanya zzzzz...
Melintas Bangsalsari
01.50 : Memasuki terminal Minak Koncar Wonorejo hanya untuk menaikkan beberapa penumpang dan langsung berangkat lagi dengan kondisi yg makin moyong-moyong.
Memasuki Terminal Minak Koncar
01.55 : Lepas Wonorejo, bus ini kembali menunjukkan aksi mosak-masiknya meliuk-liuk di jalanan menanjak dan menurun yg minim penerangan sepanjang Wonorejo-Probolinggo ini. Walaupun terus dipontang-pantingkan kya gini, Geo yg udah 'tewas' sejak selepas Jember ini tetap menikmati tidur nyenyaknya tanpa terjaga sedikitpun.
Mosak-Masik Selepas Wonorejo
02.05 : Melintas Klakah. Bus ini masih terus berlari kenceng dan mosak-masik menembus kesunyian tengah malam. Saat lagi menepi menaikkan penumpang, nampak Ladju patas kuning melesat dengan kencangnya dan langsung menghilang tak terkejar. Sepertinya para penumpang patas kloter kedua tadi pada diangkut bus tsb.
Melintas Klakah
Melintas Klakah
02.40 : Melintas pertigaan Jorongan yg diawali dengan aksi goyang kanan dulu akibat antrian kendaraan dari arah Leces yg akan melintas pertigaan ini udah mengular cukup panjang. Niat hati pengen terus melek karena bentar lagi udah mau sampai, namun ternyata mata ini kembali terpejam hingga harus 'kedandapan' saat terbangun sebelum masuk terminal Bayuangga muehehe...
Melintas Jorongan
Melintas Pertigaan Jorongan
02.53 : Alhamdulillah udah sampai di terminal Bayuangga lagi walaupun sempat 'kedandapan' mendengar siaran sang kernet yg mengumumkan klo udah sampai Probolinggo di saat kami berdua tengah terlelap tidur hoho... Saat itu Akas IV ATB N 7003 UR yg rencananya akan kami naiki untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya belum nampak terlihat di terminal.
Tiba di Terminal Bayuangga
02.55 : Di saat kami berlalu buat muter-muter terminal dulu ternyata tak kami duga tiba-tiba sosok Akas IV ATB N 7003 UR body sprinter MP yg kami tunggu udah standby aja di belakang shelter Surabaya Ekonomi. Alhasil hotseat terpaksa tak dapat kami amankan dan harus pasrah dapat seat baris tengah paling pinggir karena bus langsung diserbu oleh juga telah menunggunya. Walaupun bus udah rata bangku bahkan mulai ada juga yg upacara di belakang, namun bus masih harus menunggu jam keberangkatannya sekitar jam 3 lebih nanti. Bus ini memiliki trayek Probolinggo-Pamekasan PP dan ngeline tiap harinya sehingga penumpang tujuan Madura bisa lsg ikut armada ini tanpa oper di Surabaya.
Akas IV N 7003 UR
Menunggu Keberangkatan
03.20 : Bus diberangkatkan sesaat setelah bus Anugrah Abadi yg baru datang dari Jember mulai lepas landas dari terminal Bayuangga. Kondektur Akas IV N 7003 UR yg merupakan sosok srikandi bagi keluarganya ini mulai mengarcisi para penumpangnya satu per satu. Sepanjang perjalanan banyak sya habiskan untuk tidur karena emang udah capek banget ditambah suspensi empuk dan anti kriyet-kriyet ala MB OH 1521 milik Akas IV ini yg cukup nyaman.
Berangkat dari Terminal Bayuangga
03.42 : Melintas Nguling, kondisi penumpang yg semakin memadati sela-sela di antara deretan seat ini menjadi pemandangan yg mulai terasa menyesakkan posisi duduk sya huhuhu...
Melintas Nguling
04.14 : Melintas Pasuruan.
Melintas Pasuruan
04.43 : Melintas Gempol lanjut memasuki tol Gempol-Porong.
Melintas Gempol
Melintal Tol Gempol-Porong
04.53 : Melintas arteri Porong.
Melintas Arteri Porong
05.00 : Memasuki tol Surabaya-Porong, bus secara konstan digeber kencang sepanjang tol.
Memasuki Tol Surabaya-Porong
05.20 : Alhamdulillah sampai juga di terminal Bungurasih kembali dan masih terkejar buat shalat Subuh. Bus ini bener2 recomended karena hanya 2 jam saja perjalanan Probolinggo-Surabaya pagi ini kami lalui walaupun harus bertahan dg duduk di seat ujung yg cukup menyiksa. Lanjut bersih diri dan shalat Subuh dulu.
Tiba di Terminal Bungurasih
05.25 : Shalat subuh sekaligus mandi dulu sebelum lanjut ke etape berikutnya.
05.50 : Menuju ruang tunggu terminal Bungurasih untuk menanti keberangkatan SR Patas 7118 yg masih cukup lama sekitar pukul 7 nanti sesuai tiket yg sya pesan dari redBus. Saat itu, SR 7321 nampak udah mengisi shelter tujuan Bandung. Geo yg awalnya mau mbumel mania menuju Jogja tiba-tiba berpindah haluan jadi ikut sama sya naik SR Patas dengan alasan biar bisa bobomania dengan nyaman hoho..
06.50 : 1 jam berlalu begitu saja tanpa terasa akibat terlalu asyik ngobrol ngalor ngidul di ruang tunggu dan kini saatnya menuju shelter patas Jogja/Magelang/Semarang karena sebentar lagi waktunya SR 7118 parkir shelter.
07.00 : Hingga waktu menunjukkan pukul 7, penampakan SR 7118 tak kunjung terlihat memasuki area terminal Bungurasih tetapi yg justru datang duluan adalah SR 7141 yg kemudian memasuki shelter Purwokerto. Duh...kayaknya SR 7118 perpal lagi nih bau-baunya, ngalamat ga jadi lagi naik SR 7118 untuk kedua kalinya. Kami pun langsung menghampiri kondektur SR 7141 yg saat itu kebetulan jatahnya mas Andi untuk menanyakan ada tidaknya SR 7118. Ternyata benar bahwa SR 7118 lagi ga jalan dan sya sebagai manifestnya diikutkan SR 7141 katanya. Akhirnya sya dan Geo pun melangkah masuk ke dalam SR 7141 untuk mengamankan hotseat belakang driver. Bus dengan balutan body All New Legacy SR1 ini memiliki konfigurasi seat 2-2 sejumlah 40 seats Aldilla serta toilet di belakang. Legroomnya juga cukup longgar dan nyaman untuk sekelas patas. Syangnya, SR 7141 ini tak dilengkapi selimut yg biasa ditemui pada armada Purwokerto/Cilacap/Bandung/Banjarnegara yg lain. 
SR 7141
Interior SR 7141
Interior SR 7141
Legroom SR 7141
07.40 : Setelah 40 menit parkir di shelter, bus mulai diberangkatkan bersama pawangnya mas Edi dengan membawa penumpang tak sampai separuh kapasitasnya. Sempat berhenti sejenakdl di tamparan berharap akan mendapatkan tambahan penumpang dari sini, dan hasilnya emang lumayan dapet beberapa penumpang yg naik dari sini.
Berangkat Meninggalkan Shelter
07.45 : Lepas bungur, bus langsung disambut kemacetan di Waru hingga Medaeng dan berlanjut hingga Sepanjang. Sya kira bus akan langsung masuk tol Sumo saat melihat macetnya jalanan namun ternyata tetap memilih jalan biasa. Kepadatan kendaraan yg lebih horor dapat kita lihat untuk arah menuju Surabaya yg sempat macet tak bergerak. Mas Andi sbg kondektur mulai menarik karcis, memberikan air mineral botol dan membagikan kupon servis makan untuk setiap penumpangnya.
Macet di Waru
Macet Medaeng hingga Sepanjang
08.10 : Memasuki  bypass Krian, bus masih terus melaju dengan kencang serta goyang kanan dan kiri layaknya naik SR ATB namun tentunya ini lebih nyaman walaupun cukup berisik suspensi leafspring ala Hino RK8 ini. SR 7743 berhasil menjadi korban sesetan kanan saudara mudanya ini.
Memasuki Bypass Krian
MengOT SR 7743
08.30 : Memasuki tol Mojokerto-Kertosono via GT. Penompo. Nah akhirnya masuk tol juga. Sepanjang tol ini, tak segan-segan bus dipacu dg kecepatan tinggi di atas 100 kpj bahkan beberapa kali sempat menyentuh angka 120 kpj lebih. Alhasil semua kendaraan yg dijumpai di tol ini dapat dilibas oleh SR 7141 ini. 
Memasuki Tol Mojokerto-Kertosono
Memasuki GT. Penompo
08.56 : Memasuki GT. Bandar untuk mengakhiri perjalanan melintasi tol Mojokerto-Kertosono kemudian kembali berjibaku di keramaian jalan utama Surabaya-Madiun ini.
Exit Tol via GT. Bandar
09.05 : Melintas Braan, SR 7141 memutuskan ngetem dulu sebentar di sini sekitar 5 menitan karena mendapat info klo SR 7321 baru saja lepas landas sekitar 10 menitan.
Melintas Braan
Ngetem di Braan
09.10 : Lepas Braan, SR 7141 kembali menunjukkan kelihaiannya memiyak jalanan yg cukup ramai ini dan tentunya berani goyang kanan tipis-tipis. Sensasi mosak-masik saat naik bus bermesin belakang memang tak terlalu mendebarkan seperti saat naik bus bermesin depan nanun tetap mengundang rasa mak deg mak tratap.
Mosak-Masik Selepas Braan
09.27 : Melintas Baron masih terus digeber kencang sambil bergeal-geol di lintasan lurus sepanjang Braan-Nganjuk yg lumayan bikin senam jantung. 
Melintas Baron
09.35 : Melintas Sukomoro sempat gandeng dengan SR 7220 dan berhasil mengasapinya sebelum berpisah saat akan memasuki kota Nganjuk, SR 7141 yg terus lurus via kota sedangkan SR 7220 di belakangnya yg harus mlipir melewati ringroad klo siang-siang kya gini.
Melintas Sukomoro
09.45 : Melintas depan terminal Nganjuk. Lambaian seorang penumpang yg menanti bus di depan terminal Nganjuk kembali menambah manifest penumpang SR 7141. Lepas Nganjuk, sya pun akhirnya tak kuasa untuk memejamkan mata sejenak zzzzzz...
Melintas Depan Terminal Nganjuk
10.15 : Bangun-bangun udah memasuki alas Saradan dengan lintasan berliku naik dan turun yg membuat mas Edi makin agresif saja dalam memacu armadanya. Apalagi dapat toweran bahwa Eka 7013 lagi mengejar di belakangnya.
Melintas Saradan
10.22 : Tak lama kemudian tibalah kami di RM. Utama yg berada di pinggir jalan raya Saradan ini untuk istirahat dan servis makan. Saat itu sudah ada SR 7321 juga yg masih terlihat beristirahat di sini. Kali ini sya tidak menikmati servis makan seperti biasa karena kebetulan lagi puasa Senin-Kamis sehingga terpaksa tak bisa menemani Geo sarapan bareng.
Istirahat di RM. Utama
10.35 : SR 7321 mulai angkat jangkar dari RM. Utama tak lama berselang setelah Eka 7013 melintas di depan RM. Utama.
10.47 : Bus diberangkatkan meninggalkan RM. Utama masih dengan kendali mas Edi sebagai single fighter of driver dan langsung dipacu mosak-masik lagi hingga Caruban.
Berabgkat dari RM. Utana
10.52 : Melintas Caruban. Selepas Caruban kembali berlari kencang sambil menunjukkan goyangan demi goyangan menjadi yg pemandangan menarik sepanjang Caruban-Madiun ini layaknya naik bus ATB.
Melintas Caruban
11.05 : Melintas Dumpil. Bus-bus malam tujuan Jakarta mulai nampak berduyun-duyun dari arah Madiun melewati Dumpil ini untuk memasuki tol via GT. Madiun. 
Melintas Dumpil
11.13 : Memasuki terminal Madiun untuk menaik-turunkan penumpang sebentar dan lanjut ngejoss lagi meninggalkan terminal Madiun.
Memasuki Terminal Madiun
11.25 : Bus kembali digeber dengan kencang sepanjang melintasi ringroad Madiun sambil kejar-kejaran dengan Mira 7286 dan disusul oleh HR 34 di belakangnya. Di penghujung ringroad, HR 34 berhasil menyeset kiri SR 7141 dilanjutkan menyusul Mira 7286 yg lagi berhenti menaikkan penumpang. Namun kondisi ini tak bertahan lama saat SR 7141 berbalik menunjukkan goyangan mautnya yg membuatnya berhasil berada di depan HR 34 kembali hoho...
Melintas Ringroad Madiun
11.37 : Memasuki terminal Maospati yg udah mulai diramaikan dengan barisan bus malam tujuan Jakarta yg masih didominasi oleh STJ. Hanya menurunkan penumpang sebentar di sini ini dan langsung ngejoss lagi meninggalkan terminal hingga Ngawi.
Memasuki Terminal Maospati
12.00 : Melintas Ngawi lama.
Melintas Ngawi Lama
12.05 : Memasuki terminal Kertonegoro, Ngawi hanya numpang lewat muterin terminal aja karena ga ada tambahan poin yg naik dari sini. SR 7321 kembali tercyduck penampakannya yg baru lepas landas dari terminal saat SR 7141 masuk terminal.
Memasuki Terminal Ngawi
12.12 : Lepas RM. Duta terlihat Mira 7257 lagi sibuk memiyak padatnya jalanan yg terus diikuti SR 7141 jauh di belakangnya.
Mengejar Mira 7257
12.20 : Melintas Sidowayah, Mira 7257 nampak berhasil mendahului SR 7321 dg aksi mosak-masiknya. Hal ini memicu SR 7141 melakukan hal serupa dengan mengejar SR 7321 hingga menempel ketat di belakangnya. Melihat adanya sedikit celah, mas Edi langsung menggoyangkan SR 7141 sehingga berhasil menggeser posisi SR 7321 menjadi di belakangnya. Benar-benar perhelatan dua saudara segarasi yg cukup panas.
Mengejar SR 7321
MengOT SR 7321
12.28 : Memasuki alas Banjarejo Ngawi. Aksi SR 7141 ga kalah seperti bus ATB pada umumnya yg selalu mosak-masik saat melewati alas Ngawi ini. Satu per satu kendaraan di depannya mulai diasapi dengan lincahnya dan meliuk-liuk di jalur alas Ngawi yg berliku ini. Mira 7257 yg udah ngacir jauh pun berhasil terkejar dan tak luput dari goyangan SR 7141 ini.
Mengejar Mira 7257
12.34 : Melintas Gendingan.
Melintas Gendingan
12.42 : Melintas Mantingan berhasil mengasapi Laju Prima.
Melintas Mantingan
12.50 : Melintas Tunjungan.
Melintas Tunjungan
13.00 : Memasuki terminal Pilangsari Sragen hanya numpang lewat saja tanpa adanya tambahan poin yg naik. Lanjut menyusuri ringroad Sragen.
Memasuki Terminal Pilangsari
13.20 : Melintas Pungkruk dan berlanjut mosak-masik di jalan raya Sragen-Solo yg padat kendaraan ini.
Melintas Pungkruk
13.45 : Memasuki ringroad Sroyo karena selama ada perbaikan jalan di sekitar jalan Monginsidi Gilingan, bus dari arah Surabaya diarahkan melewati ringroad Sroyo tembus di bangjo Taman Tirtonadi. SR 7141 yg harus menurunkan penumpang dulu sebelum masuk ringroad membuat SR 7321 kembali memimpin, namun tak lama kemudian gantian SR 7321 yg sein kiri untuk menurunkan penumpang sehingga SR 7141 tetap berada di depan hingga memasuki terminal Tirtonadi 
Memasuki Ringroad Sroyo
14.04 : Antri di bangjo Taman Tirtonadi sebelum memasuki Terminal Tirtonadi Solo.
Antri di Bangjo Taman Tirtonadi
14.07 : Alhamdulillah sampai juga di terminal Tirtonadi Solo disusul SR 7321 di belakangnya. Perjalanan Surabaya-Solo naik SR 7141 kali emang lebih cepat dibandingkan saat sya naik SR 7322 kemaren karena didukung oleh jalanan yg lancar, driver yg suoss ditambah sempat masuk tol Mojokerto-Kertosono yg makin mempersingkat waktu perjalanan. Recomended dah armada ini walaupun untuk penumpang yg melanjutkan perjalanan menuju Jogja-Purwokerto harus bersabar untuk camping lebih lama di terminal Solo ini karena jam Solo-Baratnya masih sekitar jam 3an nanti.
Tiba di Terminal Tirtonadi
14.10 : Shalat Dhuhur dulu di masjid terminal Tirtonadi sebelum melanjutkan perjalanan ke Jogja.
14.25 : Kembali menuju shelter Solo Barat untuk menunggu bus ATB tujuan Jogja. Saat itu, udah banyak banget penumpang yg nungguin bus ATB SG/Mira. Mira 7286 dengan lampu jetbus rombakan dari Nucleus 3  yg nampak lagi menurunkan penumpangnya di tempat penurunan penumpang memberikan secercah harapan bagi kami penumpang setia KLnya hoho. Anehnya, Mira 7286 tidak langsung menuju shelter Solo-Barat malah muter masuk tempat parkiran bus dulu, entahlah apa motifnya.
14.35 : Akhirnya Mira 7286 tadi pun menghampiri kami sebagai pahlawan untuk mengejar waktu shalat Ashar sampe di kos walaupun harus duduk di seat deretan belakang karena sya tahu klo bus-bus belakangnya jaraknya pada jauh2 tadi. Lepas terminal, bus bermesin Hino AK8 ini langsung tancap gass juga untuk mengejar jam istirahat Jogja biar bisa puter balik nantinya.
Mira 7286
Berangkat dari Terminal Tirtonadi
14.55 : Melintas Kartosuro. Sensasi mobat-mabit ga karuan ditambah cara pengereman sang driver yg suka dadakan terpaksa kami rasakan selama perjalanan menuju Jogja ini sehingga jadi kurang nyaman buat melanjutkan tidur.
Melintas Kartosuro
15.30 : Memasuki terminal Klaten sekedar untuk absen jumlah penumpang pada pak Dishub dulu.
Memasuki Terminal Klaten
15.48 : Melintas Prambanan.
Melintas Prambanan
16.04 : Mendarat dengan selamat di depan hotel Jayakarta dengan waktu perjalanan yg tak sampai 2 jam walaupun terhambat kemacetan dimana-mana. Lanjut order grabbike untuk kembali ke kos untuk segera mengejar waktu shalat Ashar sedangkan Geo melanjutkan perjalanan pulangnya naik Trans Jogja.
Tiba di Depan Hotel Jayakarta
16.25 : Alhamdulillah sampai di kos kembali dengan selamat setelah menempuh perjalanan panjang ngetrip estafet Jogja-Surabaya-Jember yg meleset jauh dari KPS awal ini. Capek, letih, dan lesu serta ndledek pastinya bercampur menjadi satu tetapi yg penting bahagia dan selamat sampai tujuan karena pengalaman itu mahal harganya hehehe... Lanjut bersih diri dan shalat Ashar dulu sebelum beristirahat.


Tarif :
Jogja-Solo : 10k (Po. Sumber Selamat ATB)
Solo-Surabaya : Free of Charge (Po. Sugeng Rahayu Cepat)
Surabaya-Probolinggo : 18k (Po. Akas IV ATB)
Probolinggo-Jember : 20k (Po. Harapan Baru Ekonomi)
Jember-Probolinggo : 20k (Po. Jawa Indah Transindo ATB)
Probolinggo-Surabaya : 18k (Po. Akas IV ATB)
Surabaya-Solo : 22,5k (Po. Sugeng Rahayu Cepat)
Solo-Jogja : 10k (Po. Mira ATB)

Berikut kumpulan karcis yg diperoleh edisi touring kali ini.