Sunday 22 October 2017

Touring Non Stop Naik-Naik ke Puncak Bogor-Sukabumi-Bandung

     KPS lama bersemi kembali. Mungkin itu salah satu ungkapan yg bisa menggambarkan latar belakang pemilihan trayek touring kali ini. Sebenarnya alasan utama touring yg termasuk dadakan ini yaitu karena poin Redbus yg udah sya kumpulkan bakalan ada yg hangus tanggal 7 Oktober 2017 jadi mau gak mau sebelum tanggal 7 harus udah pesen tiket buat onboard yg entah kemana belum tahu tujuannya (sayang kan klo hangus begitu saja, ngumpulinnya aja susah payah). Akhirnya dipilihlah trayek Jakarta-Sukabumi-Bandung via Puncak yg merupakan KPS lama sya yg belum sempet terlaksanakan dan kini mulai terlihat hilalnya. Sudah lama banget pengen menyusuri jalur selatan via puncak karena bosen tentunya jika tiap kali lewat jalur selatan selalu via tol Cipularang.
     Ada 5 etape  utama untuk KPS touring kali ini yaitu Jogja-Kampung Rambutan, Kampung Rambutan-Cianjur, Cianjur-Sukabumi, Sukabumi-Bandung dan Bandung-Jogja. Rencananya untuk armada utama pulang-pergi nanti sya mempercayakan pada Pahala Kencana saja yg udah bisa dipesan melalui Redbus agar lebih hemat. Udah lama juga ga naik PK setelah terakhir kali 2 tahun kemaren naik PK W5 “Ra Sambat”. Singkat cerita, tiket PK tujuan Jogja-Kampung Rambutan dengan harga asli 170rb untuk keberangkatan tanggal 7 Oktober 2017 pun sya dapatkan pada H-1 via Redbus secara gratis. Walaupun pesen pada H-1 kaya gini tetapi hotseat andalan 1B masih bisa didapatkan ternyata hihihi... Langsung capcus habis Jumatan menuju agen PK Janti buat nukerin m-ticket dari Redbus ini dan didapatlah selembar tiket model print-printan yg ada barcodenya buat discan saat sebelum servis makan. Dan malam harinya baru pesen lagi tiket tujuan Bandung-Jogja dengan harga tiket asli 140rb untuk keberangkatan tanggal 8 Oktober 2017 pun kembali sya dapatkan via Redbus secara gratis dan tetep dapat hotseat andalan 1B.
Tiket PK Jogja-Jakarta
   Klo teman2 pengen seperti sya juga bisa dengan cara instal aplikasi Redbus di HP teman2 dengan menggunakan kode referensi RED0X1C17D7 saat login nantinya (Promosi=berbagi ilmu itu indah hehe), langsung deh nanti dapat bonus 80rb buat modal awal biar nanti bisa mencapai poin sesuai yg ditargetkan teman2 sendiri biar bisa mencoba naik bus Pahala Kencana ini.


HARI 1
13.05 : Menuju agen PK janti dianter oleh teman kos karena sama agen Janti disuruh udah sampai di agen sebelum pukul 13.30.
13.20 : Tiba di agen sekaligus pool PK Janti sudah ada PK tujuan Denpasar yg lagi bersiap untuk diberangkatkan. Lanjut laporan sama pihak agen dulu untuk memastikan dapat jatah armada apakah sya hari ini, secara armada PK tujuan Jogja-Jakarta ini selalu rolling tiap harinya jadi sangat sulit dikeker. Hanya berharap bisa dapat armada MB OH 1626 nya saja. Karena tujuan sya adalah Kampung Rambutan, maka bus yg bakalan sya naiki adalah bus jatah Bogor via utara yg hingga saat ini belum terlihat hilalnya di pool PK Janti ditambah lagi pihak agen ga tahu jatah HT berapa armada Bogor hari ini hmmm bikin penasaran aja ini. Infonya sih bus tsb start awalnya dari Klaten sedangkan bus yg start dari pool Janti hari ini adalah bus jatah Merak (via utara), Pasar Kemis (via selatan) dan Bandung (via selatan) yg sudah pada siap di pool belakang.
Menunggu Bus di Agen PK Janti
PK Jogja-Denpasar
PK Jogja-Merak dan Jogja-Bandung
13.37 : Bus PK bernomor lambung HT 531 dengan body Jetbus non HD berlivery putih lawas telah tiba dan merapat ke agen PK Janti. Yahhh, kali ini sya belum beruntung lagi mendapatkan armada MB OH 1626nya dan harus menerima dapat armada lawas ex pemain Jakarta-Prabumulih dg mesin Hino RG. Pihak agen langsung mempersilakan penumpang tujuan Bogor dsk yg hanya 3 orang termasuk sya ini untuk naik ke dalam bus. Bus ini termasuk dalam kelas VIP yg memiliki konfigurasi seat 2-2 sejumlah 34 seats+legrest by Aldilla lawas. Masing2 seat telah dilengkapi dg selimut dan bantal. Jarak antarseatnya cukup sempit apalagi di bagian hotseatnya sehingga adanya legrest tak ada artinya bagi penumpang hotseat, tetapi saat sya nengok seat baris kedua ke belakang tenyata cukup longgar malahan. Walaupun interiornya terlihat lawas dan usang namun tetap bersih dan wangi serta fasilitas audio, TV, dan jam digital dalam bus masih berfungsi dengan baik.
PK HT 531
PK HT 531 Powered by Hino RG
Interior PK HT 531
Seat PK HT 531
Seat PK HT 531
Jarak Antarseat PK HT 531
13.48 : Bus diberangkatkan dari agen PK Janti bebarengan dengan PK HT 653 tujuan Merak yg sama2 via jalur utara. Bus harus mengambil arah memutar dulu di kolong flyover Janti baru menuju arah terminal Giwangan yg langsung disambut kemacetan di bangjo Blok O. Lepas dari kemacetan bangjo Blok O, bus langsung digeber dengan kencangnya menyusuri ringroad Jogja. Mulai dari sini udah terasa klo driver bus ini memiliki style pelari walaupun udah termasuk sepuh tapi tetep ngejos bawanya. Suspensi Hino RG yg cukup empuk dan tanpa ada suara kriyet-kriyet sedikitpun menambah kenyamanan selama perjalanan ini.
Macet di Bangjo Blok O
14.04 : Mengisi solar di SPBU Singosaren dulu barengan dg PK HT 653. Satu hal yang membuat sya heran plus salut pada driver PK HT 531 ini adalah beliau menjalankan tugas seorang diri alias engkel dan juga tanpa ada crew/kernet yg membantu sehingga semua tugas administrasi penumpang dll dikerjakan sendirian. Awalnya sya mengira bahwa crew/kernet bus ini lagi menunggu di suatu tempat tetapi nyatanya terbukti memang bener2 single fighter driver satu ini yg patut diacungi jempol.
Mengisi Solar di SPBU Singosaren
14.13 : Memasuki terminal Giwangan untuk menaikkan penumpang dari agen giwangan masih barengan dengan PK HT 653. Hanya sebentar saja kedua bus ini melintas terminal Giwangan karena sekedar menaikkan penumpang saja langsung digass keluar terminal lagi.
Memasuki Terminal Giwangan
Mengambil Penumpang di Agen Terminal Giwangan
14.17 : Lepas Giwangan, bus kembali digeber menyusuri Ringroad selatan Jogja untuk mengejar PK HT 653 yg udah duluan ngacir. Aksi selap-selip kedua bus ini menjadi pemandangan awal yg menarik, seakan kedua bus ini ga ada yg mau mengalah satu sama lain.
Keluar Terminal Giwangan
Mengejar PK HT 653
14.30 : Melintas perempatan Dongkelan sedikit terjadi kemelut saat lepas bangjo. Saat itu, PK HT 653 berada di barisan terdepan lajur kiri disusul Maju Lancar seri V 221 sedangkan PK HT 531 di lajur kanan. Setelah bangjo berwarna hijau, tiba-tiba saja ML seri V tsb berusaha ndusel-ndusel pindah lajur kanan tetapi PK HT 531 tak mau dengan mudah memberikan jalannya pada ML seri V tsb hingga nyaris nyerempet median jalan gara-gara menghindari ML seri V yg terlalu memaksakan diri masuk lajur. Lepas Dongkelan langsung digass kenceng meninggalkan PK HT 653 dan ML seri V tsb.
Mengejar PK HT 653
Melintas Dongkelan
14.37 : Melintas Gamping bertemu dengan Pumas E8 yg mengambil arah kiri via jalur selatan sedangkan PK HT 531 mengambil arah kanan via jalur utara.
Melintas Gamping
14.41 : Memasuki Ringroad barat Jogja tiba-tiba hujan deras pun mengguyur kawasan ini sehingga membuat driver mengurangi kecepatannya.
Melintas Ringroad Barat Jogja
Video aksi pemanasan PK HT 531 melintasi Ringroad Jogja selengkapnya dapat dilihat DISINI.

14.52 : Memasuki terminal Jombor, berhenti cukup lama menaikkan penumpang dari agen yg berada di sekitar pintu masuk terminal. PK HT 653 dan ML seri V pun terpantau memasuki terminal Jombor duluan selang sekitar 5 menit kemudian.
Memasuki Terminal Jombor
15.00 : Menuju agen resmi PK yg berada di dalam terminal Jombor dan berhenti sebentar di depannya untuk menunggu penumpang yg belum datang. Jadi kalau mau naik PK atau bus malam lain silakan nyari info tentang posisi agen resminya agar mendapatkan harga tiket yg sesuai dg harga kantor soalnya di terminal Jombor ini banyak banget agen bus malam yg menjual tiket lebih dari harga seharusnya.
Memasuki Terminal Jombor
PK HT 531 dan 653
PK HT 531
15.07 : Bus diberangkatkan dari terminal Jombor setelah PK HT 653 berangkat lebih dulu sekitar 5 menitan tadi. Bus ini hanya membawa penumpang sejumlah 12 orang saja dan akhirnya seat 1A samping sya pun udah ada penghuninya sekarang. 
Berangkat dari Terminal Jombor
15.17 : Melintas Denggung. Mulai lepas terminal tadi, bus langsung dipacu cukup kencang dan mosak-masik tentunya menyusuri jalanan Jogja-Magelang yg ramai kendaraan ini. 
Melintas Denggung
15.22 : Mulai deh kena macet akibat antrian kendaraan di bangjo Tempel. PK HT 653 juga ternyata masih nampak di barisan terdepan antrian ini.
Macet di Tempel
15.30 : Melintas perbatasan DIY-Jateng di kawasan Tempel-Salam. 
Melintas Perbatasan DIY-Jateng
15.42 : Memasuki kawasan Muntilan agak tersendat saat melintas depan pasar Muntilan akibat padatnya kendaraan. Keadaan yg sama pun terjadi untuk lalu lintas arah Jogja hingga sempat tak bergerak sama sekali malahan.  Lepas Muntilan barulah kembali aksi mosak-masiknya ditunjukkan hingga Magelang.
Melintas Muntilan
15.53 : Melintas pertigaan Palbapang yg memisahkan jalur menuju Magelang jika lurus dan jalur menuju Borobdur jika belok kiri, kembali disambut kemacetan lagi di bangjonya.
Melintas Palbapang
16.05 : Melintas Artos kembali harus berjibaku dengan kemacetan bersama Ramayana E1 dan E3 akibat antrian kendaraan yg mengular lagi. Hujan deras yg mengguyur kawasan ini menambah kemacetan semakin parah saja.
Melintas Artos
16.22 : Melintas depan Terminal Magelang saja karena ga ada penumpang yg naik dari terminal ini.
Melintas Depan Terminal Magelang
16.30 : Melintas Kebon Polo langsung mosak-masik lagi seiring dengan hujan yg mulai mereda.
Melintas Kebon Polo
16.40 : Lepas area Magelang dan memasuki jalan Magelang-Secang kawasan Payaman yg cukup padat, langsung miyak-miyak goyang kanan kiri terus melibas kendaraan yg berada di depannya hohoho mantap...
Melintas Jalur Magelang-Secang
Melintas Jalur Magelang-Secang 
16.47 : Memasuki terminal Secang untuk mengambil penumpang terakhir jatah bus ini. Suasana terminal Secang sore itu cukup ramai dengan bus-bus malam seperti Ramayana, Santoso, dan Handoyo yg lagi mengambil penumpang di agennya. Sang driver turun sebentar di sini untuk membeli kopi, hanya kopilah yg mampu membantu beliau bertahan mengantarkan penumpang hingga Jakarta nanti hohoho...
Memasuki Terminal Secang
16.52 : Berangkat dari Terminal Secang.
Berangkat dari Terminal Secang
16.55 : Lepas Secang mulai beraksi kembali goyang kanan kiri di lintasan meliuk-liuk naik turun Pringsurat-Bedono yg ditunggu-tunggu. Hal ini tak menyurutkan nyali sang driver untuk memacu busnya lebih cepat dan tetep mosak-masik. 
Menggoyang Jalur Pringsurat-Bedono
Menggoyang Jalur Pringsurat-Bedono
17.18 : Melintas Bedono masih terus ngejoss meliuk-liuk sambil sesekali goyang kanan di jalanan yg berliku dan ramai kendaraan ini.
Melintas Bedono
Melintas Bedono
17.25 : Melintas Jambu terpaksa harus berjalan santai akibat bertemu dg pasukan kendaraan yg dipimpin oleh truk muatan yg berada jauh di depan sehingga kendaraan2 di belakang truk tsb mau gak mau harus ikutan gremet2 juga. Untung aja kondisi ini ga berlangsung lama setelah kendaraan di depannya pada  nekat goyang kanan semua dan diikuti pula oleh PK HT 531.
Melintas Jambu
Video aksi PK HT 531 saat bergoyang di jalur Secang-Ambarawa dapat dilihat DISINI.

17.35 : Melintas pertigaan lingkar Ambarawa ternyata bus ini memilih lurus via kota Ambarawa.
Melintas Pertigaan Lingkar Ambarawa
17.42 : Melintas Kota Ambarawa.
Melintas Kota Ambarawa
17.47 : Berhenti sebentar di depan pasar sapi Ambarawa untuk memindahkan barang-barang penumpang yg ada di dalam bagasi ke dalam bus karena dikhawatirkan bocor akibat hujan yg deras.
Berhenti Sebentar di Ambarawa
17.53 : Melintas depan terminal Bawen langsung ambil arah kanan menuju tol Bawen. Kepadatan lalu lintas di pertigaan tol Bawen petang itu cukup menyita waktu. Terpantau bus-bus dari arah Solo tujuan Jakarta juga mulai menampakkan dirinya memasuki tol Bawen sehingga lumayan buat teman maraton saat melintas tol nanti.
Melintas Depan Terminal Bawen
18.00 : Memasuki GT. Bawen.
Memasuki GT. Bawen
18.05 : Sepanjang tol bawen-banyumanik, bus terus dipacu dg kecepatan tinggi di atas 100 kpj jika dilihat dari aplikasi ulysse Speedometer karena udah ga berfungsi jarum speedometer bus ini. Alhasil semua bus yg dijumpai di tol ini seperti Harapan Jaya, Sindoro Satriamas, Kramat Djati dan Gunung Mulia berhasil dilibas oleh PK HT 531 ini tanpa diasapi oleh bus lain. Terasa banget sensasi solar corrr yg masih diusung oleh PK ini.
MengOT Harapan Jaya dan Sindoro Satriamas
MengOT Sindoro Satriamas
MengOT Gunung Mulia
18.14 : Memasuki GT. Banyumanik.
Memasuki GT. Banyumanik
18.17 : Memasuki GT. Tembalang tanpa ada antrian kendaraan yg berarti.
Memasuki GT. Tembalang
18.25 : Memasuki GT. Manyaran.
Memasuki GT. Manyaran
18.28 : Memasuki Krapyak langsung disambut kemacetan di bangjo Krapyak. Untung saja hanya berlangsung sebentar  keadaan ini karena setelah lepas Krapyak udah berangsur lancar.
Macet di Krapyak
18.32 : Lepas Krapyak mulai pemanasan dulu buat opera vantura dengan mencentang Rosalia Indah SHD 107 dan Laju Prima LP 51 yg tak berkutik diseset kanan oleh PK HT 531.
Mengejar Rosalia Indah SHD 107
Mengejar LP 51
18.40 : Mengisi solar lagi di SPBU Mangkang barengan sama PK HT 653 dan PK HT 691 (ex W6). Akhirnya terkejar juga PK HT 653 yg udah ngacir duluan sejak dari Jombor tadi sehingga bisa ngepom lagi barengan hehe... Sekitar 20 menit dihabiskan buat antri mengisi solar hingga selesai sehingga harus ditinggalkan lagi oleh kedua rekannya tadi.
Mengisi Solar di SPBU Mangkang
19.00 : Melintas depan terminal Mangkang.
Melintas Mangkang
19.05 : Melintas lingkar Kaliwungu mulai beraksi dengan goyang kanan kiri mendahului kendaraan di depannya, syangnya sepanjang lingkar Kaliwungu ini hanya bertemu dengan Harapan Jaya HDD saja yg cukup mudah buat diseset kiri.
Melintas Lingkar Kaliwungu
19.15: Melintas Kendal berhasil mencentang LP 70. 
Melintas Kendal
19.27 : Melintas Cepiring terlihat HR 109 lagi geal geol berlari dengan santainya sehingga membuat PK HT 531 pun  terpycu untuk mengejarnya. Sadar akan kedatangan PK HT 531 yg ingin berusaha menyalipnya, HR 109 pun langsung tancap gas lari mosak-masik untuk menjauh. PK HT 531 hanya mampu menyurung HR 109 tanpa diberikan celah sedikitpun untuk mencentangnya hingga akhirnya HR 109 sein kiri memasuki SPBU Jenarsari.
Mengejar HR 109
Mengejar HR 109
19.42 : Memasuki RM. Sendang Wungu ditemani suasana gerimis manja. Sudah ada PK HT 653, PK HT 691 (ex W6) dari Ponorogo dan PK HT 650 dari Ponorogo juga serta dua unit armada Nusgem team Madurace yg telah memasuki RM duluan. Sya langsung turun duluan menuju tempat servis makan khusus penumpang Pahala Kencana yg berada di ruangan tersendiri. Kupon makan model scan barcode yg tertera di tiket pun langsung sya tukarkan dengan menu prasmanan yg terdiri dari nasi, oseng buncis dan wortel, ayam goreng tepung, krupuk dan teh manis hangat. Sialnya, para penumpang yg mengambil servis makan setelah sya malah  dapat ayam opor dan tahu goreng untuk lauknya karena kebetulan sya tadi dapatnya ayam tepung jatah terakhir yg udah tak menarik lagi. Rasa masakannya lumayan enak walaupun masih kecewa ga dapet ayam opornya huhuhu...
Servis Makan di RM. Sendang Wungu
Menu Servis Makan di RM. Sendang Wungu
19.55 : Setelah selesai makan lanjut shalat jamak magrib dan isya dulu biar tenang di perjalanan selanjutnya nanti. Hanya tersisa PK HT 653 dan PK Nusgem Madurace yg masih menemati PK HT 531 di sini sedangkan duo PK team Ponorogo tadi udah nampak melanjutkan perjalanannya.
Suasana RM. Sendang Wungu
Suasana RM. Sendang Wungu
20.15 : Bus diberangkatkan kembali dari RM. Sendang Wungu masih dengan kendali driver yg sama. Tak sabar rasanya melihat aksi beliau menggoyang pantura malam ini. Sebagai pemanasan, langsung berhasil mencentang Gajah Mungkur sebelum tanjakan alas roban.
Berangkat dari RM. Sendang Wungu
20.20 : Mulai menanjak di tanjakan alas roban jalan baru konvoi dengan LP 70. Tenaga Hino RG ini cukup mumpuni sebenarnya untuk menggoyang kanan LP 70 yg bermesin Hino RN tsb namun karena kondisi jalan yg ramai, PK HT 531 hanya mengikutinya dari belakang dan segera menyesetnya setelah lepas alas roban. 
Melintas Tanjakan Alas Roban
20.30 :  Sepanjang jalur alas roban hingga Banyuputih, bus terus ngejos meliuk-liuk di jalur pantura ini tanpa ada lawannya satu pun hingga akhirnya bertemu dengan Garuda Mas di Banyuputih yg langsung diseset kiri. 
Mengejar Garuda Mas
20.40 : Melintas Subah masih terus ngejoss berlari sendirian.
Melintas Subah
20.50 : Memasuki kawasan Tulis kembali disambut kemacetan panjang akibat adanya perbaikan jalan. PK HT 653 terpantau masih berada di tengah2 kemacetan ini.
Macet di Tulis
21.00 : Masih terjebak kemacetan di Tulis yg membuat kendaraan hanya mampu berjalan perlahan.
Macet di Tulis 
21.06 : Kemacetan beranjak mulai terurai dan udah mulai lancar kembali selepas melewati bagian jalan yg lagi diperbaiki lanjut memasuki kota Batang dengan kondisi lalu lintas lancar jaya.
Melintas Kota Batang
21.17 : Memasuki Pekalongan udah gandeng lagi sama PK HT 653. Kepadatan kendaraan yg didominasi oleh truk2 muatan memaksa kedua bus ini melakukan aksi goyang kiri menerobos para pasukan truk tsb.
Memasuki Pekalongan
Memasuki Pekalongan
21.23 : Saat di perempatan bangjo Pekalongan, PK HT 653 memilih belok kanan via kota sedangkan PK HT 531 memilih lurus via jalur bus dengan harapan bisa mendahului PK HT 653 tanpa harus terlihat. Namun apa daya malah terjebak pintu perlintasan KA karena adanya KA yg lewat sehingga usaha ini pun sia-sia saja saat melihat PK HT 653 udah lewat duluan.
Melintas Jalur Bus Pekalongan
21.34 : Melintas Wiradesa, akhirnya bertemu lagi dengan PK HT 653 yg hanya diikuti saja dari belakang tanpa berniat untuk mendahuluinya hingga memasuki kawasan macet di jembatan sipait. 
Melintas Wiradesa
Konvoi Bareng PK HT 653
21.38 : Berjibaku dg kemacetan di jembatan Sipait. PK HT 653 memilih mengantri di lajur kanan sedangkan PK HT 531 yg udah tak sabar lagi langsung ambil lajur paling kiri dan mencoba mlipir kiri pol bareng mobil2 kecil walaupun hanya tersisa ruang sedikit saja untuk body bus sebesar ini, sing penting yakin insya Allah alangane minggir dewe hohoho...Akhirnya PK HT 531 menjadi bus yg berhasil terlepas dari kemacetan ini duluan meninggalkan bus2 lain seperti Gunung Mulia, Jaya, PK HT 653 dan Pumas DD01 yg masih terjebak di tengah2.
Melintas Jembatan Sipait
Mlipir Kiri Pol
21.58 : Melintas lingkar Pemalang.
Melintas Lingkar Pemalang
22.10 : Melintas Surodadi, akhirnya bertemu dengan lawan yg cukup tangguh yaitu Ramayana Seri D. Aksi kejar-kejaran antara dua bus ini menjadi pemandangan yg menarik sebagai tombo ngantuk di kala serangan ndledeg mulai melanda hehehe...Pertahanan Ramayana seri D ini bener2 sulit untuk dipatahkan hingga tak mau sedikitpun memberikan jalan pada PK HT 531 dan terus berlari menjauh. Namun demikian, permainan sein yg sportif tetap ditunjukkan oleh Ramayana ini.
Mengejar Ramayana Seri D
22.40 : Melintas Tegal. PK HT 531 pun tak kunjung mampu menerobos pertahanan Ramayana seri D tsb dan masih terus berlanjut aksi konvoi mosak-masik ini hingga Brexit.
Melintas Tegal
22.48 : Melintas pertigaan tol Brexit akhirnya berpisah dengan Ramayana seri D tsb yg berhasil membuat PK HT 531 terengah2 mengejarnya karena PK HT 531 memilih lurus via jalur pantura sedangkan Ramayana seri D belok kiri menuju GT. Brexit. 
Melintas Pertigaan Tol Brexit
Video aksi kejar-kejaran antara PK HT 531 dan Ramayana seri D selengkapnya dapat dilihat DISINI.

22.50 : Melintas kota Brebes. Sepanjang melewati jalur pantura ini bus digeber dengan kencang melewati para pasukan truk2 muatan besar yg masih setia melewati jalur ini. Melewati jalur pntura ini terasa lebih bersensasi daripada hanya sekedar berlari di tol.
Melintas Jalur Pantura Brebes
22.57 : Melintas Klampok terlihat Kramat Djati ponorogoan yg juga melintasi jalur pantura Brebes ini karena sama2 harus mampir kontrolan di RM yg berada di daerah Cirebon. Tak butuh waktu lama untuk dapat mengasapi mbak KD ini kemudian meninggalkannya.
MengOT Kramat Djati
23.08 : Melintas pertigaan Pejagan.
Melintas Pertigaan Pejagan
23.18 : Melintas perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Melintas Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat
23.30 : Memasuki RM. Aroma untuk kontrolan sekaligus istirahat. Sudah terparkir PK HT 650 di sana beserta para pasukan PK lain tujuan Bobotsari dan Wonosobo. Sya kira hanya sebentar saja mampir RM ini, ternyata cukup lama hingga nyaris setengah jam. Kesempatan ini digunakan sang driver untuk sekedar ngopi sambil siaran bareng rekan2nya yg lain biar semangat lagi buat membejek gassnya hehehe...Selain itu juga dilakukan oper-operan penumpang PK HT 531 yg bertujuan Pulogebang diarahkan buat ikut PK HT 650 sedangkan penumpang PK HT 650 yg bertujuan Bogor dsk diarahkan untuk ikut PK HT 531. Mungkin biar lebih efisien waktu kali yak...
Istirahat di RM. Aroma
Istirahat di RM. Aroma
Suasana RM. Aroma

HARI 2
00.00 : Setelah 30 menit beristirahat di RM. Aroma, bus diberangkatkan kembali sekitar 10 menitan di belakang PK HT 650 yg udah duluan. Saat akan meninggalkan RM, PK HT 653 terlihat baru memasuki RM. Aroma, yaelah kemana aja loe tadi gan kok baru nyampe sini hmmm. 
00.03 : Memasuki GT. Kanci. Sepanjang tol Palikanci, PK HT 531 ini langsung menunjukkan aksinya. Bus dipacu kenceng terus terlihat dari aplikasi ulysse spedometer di hp sya yang tak beranjak dari kisaran 100-120 kpj. Terasa banget sensasi balap dengan raungan Hino RG yg masih terdengar dari dalam kabin. Beberapa bus malam yg lupa ga mengidentifikasi pun sempat menjadi korban keganasannya.
Memasuki GT. Kanci
00.23 : Memasuki GT. Palimanan barengan sama Ramayana E2. Lepas GT. Palimanan, Ramayana E2 pun tak bisa lepas dari incaran PK HT 531 yg langsung mengejarnya hingga menyeset kiri tanpa ampun saat berlari di tol Cipali. Korban-korban bus malam berikutnya pun menyusul satu per satu. Sempat was-was bercampur bahagia juga sih sebenarnya melihat aksi PK HT 531 yg digeber habis-habisan di sepanjang tol Cipali ini secara drivernya kan engkel takutnya nanti khilaf akibat ngantuk kan bahaya hmmm, semoga saja tetep selamat sampai tujuan.
Memasuki GT. Palimanan
00.28 : Keganasan PK HT 531 ini berlanjut saat mengejar Rosalia Indah SHD 118 yg dilanjutkan dengan SHD 106  di depannya dengan tenaga Scania K360ib nya yg mampu diimbangi oleh PK HT 531 bahkan berhasil diseset kiri semuanya. Kecepatan maksimum sepanjang tol Cipali yg bisa ditembus oleh PK HT 531 versi ulysse speedometer hanya 123 kpj saja namun berasa seperti lebih dari 130 kpj.
MengOT Rosin SHD 106
Kecepatan Maksimum PK HT 531
00.40 : PK HT 650 yg berangkat 10 menit lebih dulu dari RM. Aroma ternyata udah terlihat hilalnya dan tak mampu berkutik saat diseset kiri oleh rekannya ini. Namun demikian, aksi saling sapa dengan klakson masih tetap dilakukan oleh keduanya.
MengOT PK HT 650
01.04 : Masih asyik berlari di tol Cipali akhirnya ketemu juga sama lawan yg sepadan yaitu pasukan HR team Solo setelah entah udah berapa bus aja nih tadi yg berhasil diOT seperti OBL, Murni Jaya, trio DDS, Laju Prima, Agra Mas BM 35, Harapan Jaya dll. HR 137 menjadi korban sesetan kiri selanjutnya dari PK HT 531 lanjut mengejar Ramayana E3 yg ternyata lumayan juga larinya di tol. Saat terus menyurung Ramayana E3, kembali HR 34 pun berhasil diasapi oleh kedua bus ini dan akhirnya Ramayana E3 pun memilih sein kiri saja mempersilakan PK HT 531 duluan hohoho nyerah juga dia.
MengOT HR 137
Mengejar Ramayana E3
01.10 : Dipertemukan kembali dengan Maju Lancar seri V 221 yg ternyata baru nyampe sini padahal PK HT 531 berangkat dari Jombor jauh di belakangnya kemaren. Tak perlu menunggu lama setelah disurung terus-terusan, ML seri V pun mampu diasapi dengan mudah dari sisi kiri oleh PK HT 531.
MengOT Maju Lancar Seri V 221
01.23 : Gunung Harta GH 122 menjadi korban selanjutnya yg diseset kiri tanpa perlawananan.
MengOT GH 122
Video aksi PK HT 531 berlari di tol Cipali dan melibas bus malam lainnya ini dapat dilihat DISINI.

01.47 : Baru melesat sebentar di ruas tol Jakarta-Cikampek akhirnya disambut juga dengan kemacetan di kawasan Karawang Timur. Aksi cekatan dalam memilih lajur kiri atau kanan yg dilalui mulai ditunjukkan agar segera terbebas dari kemacetan ini. bahu jalan masih menjadi lintasan favorit untuk segera berlalu dari kemacetan. Kalo kali ini sya berharap macetnya bisa cukup lama biar ga kepagian nyampe Kampung Rambutan hehe dan sya pun memilih tidur dulu daripada melihat macet yg kayaknya bakalan lama ini.
Macet di Karawang Timur
02.18 : Bangun-bangun ternyata udah memasuki GT. Cikarang Utama dengan kondisi lalu lintas yg terpantau lancar jaya sehingga membuat PK HT 531 masih konsisten berlari kencang. Ternyata macetnya tadi hanya sebentar saja sepertinya.
Memasuki GT. Cikarang Utama
02.25 : Melintas kawasan Cibitung kembali terlibat kejar-kejaran sama Rosalia Indah NL 513 dan NL 315 ditambah HR 107. Duet mbak Ocin team Wonosobo ini dapat dengan mudah ditaklukkan namun HR 107 sepertinya agak sulit karena terus menerus melakukan perlawanan. Saat PK HT 531 telah berhasil mengOTnya, tak lama kemudian HR 107 berbalik mengOT PK HT 531 lagi, begitu terus hingga akhirnya terpisah di GT. Cikunir.
Mengejar Rosin NL 513
MengOT HR 107
02.40 : Melintas tol lingkar luar Cikunir dan memilih exit tol di GT. Bambu Apus 2 untuk menurunkan seorang penumpang di Ceger Lanjut menyusuri jalan hingga terminal Kampung Rambutan.
Melintas Tol Lingkar Luar
02.47 : Alhamdulillah sampai di terminal Kampung Rambutan dengan selamat tetapi hanya diturunkan di depan terminalnya saja sehingga sya harus olahraga pagi dulu dg jalan kaki yg cukup jauh menuju ke dalam terminal. Recomended banget lah armada satu ini, bener-bener patut dijuluki RG "jahat" karena hampir tak ada yg mencentang saat lagi berlari di tol Cipali hingga Cikunir. Syangnya karena  sistem rolingan armada PK untuk tujuan Jogja-Jakarta membuat sya mungkin sulit kali ya biar bisa breng armada ini lagi.
Tiba di Terminal Kampung Rambutan
03.26 : Camping di terminal kampung rambutan dg duduk-duduk di belakang shelter keberangkatan bus sambil menunggu Subuh tiba. Suasana pagi itu masih sepi bus yg mengisi shelter2 keberangkatan di terminal Kampung Rambutan, hanya ada bus malam yg datang dan pergi serta bus-bus periangan timur yg baru nampak tiba di terminal. Bus Doa Ibu tujuan Tasik via Puncak pun belum nampak satu pun yg memasuki shelter keberangkatan. Paling kezel dengan adanya seorang tukang ojek yg bolak-balik nawarin sya buat dianter ke Pasar Rebo aja untuk disusulkan bus Doa Ibu yg baru aja berangkat, padahal udah ta bilangin kalo sya ini lagi nunggu Subuh dulu baru berangkat hmmm...Dan ngapain juga harus ke Pasar Rebo wong busnya aja startnya dari sini kwkwkwk.
Suasana Terminal Kampung Rambutan Pagi Hari
03.32 : Mulai beranjak meninggalkan tempat ini dan menuju ke masjid terminal Kampung Rambutan, tempat biasa sya melaksanakan shalat klo lagi mampir sini sekalian bersih diri juga. Pas lagi jalan, eh ketemu si DD nya Sinar Jaya lagi dicuci dan sepertinya nanti langsung puter balik lagi pagi ini.
Sinar Jaya SDD
04.20 : Shalat Subuh berjamaah di masjid Terminal Kampung Rambutan.
04.40 : Usai shalat Subuh malah tergoda buat sarapan nasi uduk dulu yg dijual di depan pelataran masjid. Lumayan buat ngisi perut pagi ini hanya 8rb saja dengan lauk gorengan. Saat lagi menikmati nasi uduk tiba-tiba terlihat bus Doa Ibu AC Ekonomi yg baru tiba dari Tasik. Wah semoga emang benar bus inilah yg bakalan sya naiki nanti sehingga ga harus naik bus mediumnya Marita hehe...
04.50 : Alhamdulillah saat sya menuju shelter keberangkatan, terlihat bus Doa Ibu AC Ekonomi dengan nomor lambung D.91 tadi langsung mengisi shelter keberangkatan Tasik via Puncak di paling pojok sesuai kekeran sya selama ini kalo sekitar jam 5 ada bus AC yg menuju Tasik via Puncak. Bus ini ternyata armada puter walikan toh, baru datang aja udah langsung diparkirkan di shelter sembari dibersihkan juga. 
Shelter Terminal Kampung Rambutan
Shelter Terminal Kampung Rambutan
05.04 : Bus dengan body setra lawas lampu travego smile ini mulai dinyalakan lagi mesinnya setelah selesai dibersihkan dan mandorannya pun langsung sibuk mencarikan penumpang. Bus ini termasuk kategori bus Ekonomi yg ada AC nya (Klo di Jatim = ATB) sehingga memiliki 59 seats berkonfigurasi 2-3 dengan smooking area di barisan seat belakang. Kalo dari Jakarta ini biasanya yg ditawarkan adalah tujuan Ciawi-Cianjur dulu dan malah jarang ditawarkan tujuan Tasik oleh mandorannya karena rata-rata penumpang yg mau ke Tasik pada milih bus yg langsung via tol Cipularang.
Doa Ibu D.91
Doa Ibu D.91
05.08 : Tak perlu menunggu lama, bus pun langsung diberangkatkan hanya bermodalkan 2 orang penumpang saja termasuk sya dari dalam terminal ini dan terus menyeser penumpang hingga Pasar Rebo.
Doa Ibu D.91 Berangkat dari Terminal Kampung Rambutan
05.14 : Mulai ngetem cukup lama di Pasar Rebo bersaing dengan Marita yg juga ngetem tak jauh dari posisi Doa Ibu D.91. Sebenarnya klo pengen cepet menuju Ciawi-Cianjur sebaiknya naik Marita aja karena interval keberangkatannya yg lebih rapat dan juga udah full AC smua walaupun pakai medium bus. 
Ngetem di Pasar Rebo
Ngetem di Pasar Rebo
05.40 : Setelah nyaris setengah jam ngetem di Pasar Rebo akhirnya bus mulai diberangkatkan dengan okupansi penumpang yg hampir rata bangku dan langsung masuk tol lingkar luar untuk selanjutnya menuju tol Jagorawi.
Masuk Tol Lingkar Luar
05.55 : Melintas Tol Jagorawi, bus bermesin Hino RG ini digeber cukup kencang dengan suasana lalu lintas sepanjang tol yg lengang.
Melintas Tol Jagorawi
06.05 : Melintas GT. Ciawi dan menuju arah perempatan Ciawi.
Melintas. GT. Ciawi
06.11 : Hanya sekitar 30 menit saja udah nyampe di Ciawi dan ternyata kebanyakan penumpang yg naik bus ini adalah tujuan Ciawi saja sehingga saat para penumpangnya pada turun, bus kembali ngglondang. Efeknya, bus ini kembali ngetem cukup lama lagi di depan pasar Ciawi dan masih bersaing pula dengan Marita, namun kali ini udah mulai ditawarkan tujuan Cileunyi-Tasik. Suasana di perempatan Ciawi ini emang ramai banget serta banyak angkot dan bus yg ngetem dan bertebaran dimana-mana sehingga tak heran klo sering macet daerah sini.
Tiba di Ciawi
06.35 : Setelah nyaris setengah jam ngetem di perempatan Ciawi ini akhirnya bus mulai diberangkatkan lagi dengan okupansi penumpang yg hampir rata bangku lagi.
06.40 : Melintas simpang Gadog yg merupakan pertemuan antara jalur dari arah Bogor dan exit tol Jagorawi ternyata udah disambut kemacetan panjang yg didominasi oleh kendaraan maupun bus parwis yg menuju kawasan wisata puncak. Terpantau juga kendaraan yg mengarah ke Jakarta lebih parah lagi macetnya hingga mengular cukup panjang.
Melintas Simpang Gadog
Macet di Simpang Gadog
06.50 : Setelah berjibaku dengan kemacetan, akhirnya lolos juga dan bisa menikmati perjalanan menyusuri jalur Ciawi-Puncak yg didominasi oleh jalan yg cukup sempit, mendaki dan berliku serta ramai kendaraan sehingga sepanjang perjalanan ini bus hanya dipacu santai saja.
Melintas Jalur Ciawi-Puncak
07.02 : Melintas jalur Puncak-Cianjur kawasan Cisarua masih didominasi oleh jalan yg berliku dan mendaki. Sepanjang jalur Puncak-Cianjur ini akan banyak kita jumpai villa-villa di pinggir jalan serta berbagai tempat wisata yg bisa dikunjungi sehingga tak heran jika di waktu weekend kya gini selalu padat dengan kendaraan luar kota.
Melintas Cisarua
07.11 : Macet lagi masih di kawasan Cisarua akibat banyaknya kendaraan yg antri menuju kawasan wisata.
Macet di Cisarua
07.35 : Memasuki kawasan puncak yg sebenarnya. Inilah saat yg ditunggu-tunggu karena udah mulai melewati tanjakan berliku yg cukup ekstrem dengan pemandangan perkebunan teh di kanan kirinya yg sejuk di mata. 
Melintas Kawasan Puncak
07.44 : Setelah melewati jalanan yg mendaki dan berliku hingga puncak teratas sekarang saatnya buat melewati jalanan menurun dan berliku juga yg dikenal sebagai kawasan puncak pass ini.
Melewati Turunan Puncak Pass
Melewati Turunan Puncak Pass
Video pemandangan indah jalur Puncak saat naik Doa Ibu D.91 ini dapat dilihat DISINI.

07.57 : Melintas Cipanas. Penderitaan naik bus ini mulai sya rasakan dari sini pasca penumpang embak2 di samping sya turun dan digantikan oleh duo emak2 rempong yg tiba2 ndusel2 seat sya buat mereka berdua. Alhasil sya pun tergencet tak bisa bergerak bonus linu lagi rasanya. Bayangin aja seat buat berdua bisa dipake bertiga kaya gini gimana rasanya coba hmmm.
Melintas Cipanas
Melintas Cipanas
08.22 : Melintas Cugenang bentar lagi udah mau nyampe Cianjur tetapi rasanya masih ga karuan dipepet sama dua emak2 rempong ini ditambah menahan hasrat ingin pipis lagi lengkap sudah penderitaan ini.
Melintas Cugenang
08.27 : Mampir dulu di SPBU Cugenang untuk mengisi solar.
Mampir SPBU Cugenang
08.40 : Melintas simpang bunderan bypass Cianjur lanjut belok kanan menyusuri jalan bypass Cianjur untuk menuju terminal Pasir Hayam. Sebelumnya banyak penumpang yg turun di sini untuk oper angkot yg menuju kota dan alhamdulillah akhirnya terbebas juga dari siksa emak2 rempong yg suka ndusel2 ini setelah mulai ada seat kosong di belakang.
Melintas Simpang Bunderan Bypass Cianjur
08.46 : Melintas Rancagoong yg merupakan pertigaan yg memisahkan jalur menuju Sukabumi klo lurus dan jalur menuju Bandung jika belok kiri. Sebenarnya bisa saja sya turun sini lanjut menunggu bus tujuan Sukabumi tetapi sya memilih mampir ke terminal Cianjur dulu untuk urusan dalam negeri dulu.
Melintas Rancagoong
08.50 : Saat hampir memasuki terminal Pasir Hayam, masih harus bermacet-macetan lagi akibat faktor padatnya kendaraan ditambah kondisi jalan yg sempit.
Macet Sebelum Terminal Pasir Hayam
08.55 : Alhamdulillah akhirnya sampai juga di terminal Pasir Hayam Cianjur yg lebih dikenal dg terminal Jebrod ini. Terminal ini memiliki area yg sangat luas namun yg terlihat hanyalah barisan bus Marita saja untuk bus AKAP nya dan lebih bnyak didominasi oleh bus lokalan dan angkot. Tak terlihat bus tujuan Sukabumi yg mampir di terminal ini padahal tujuan sya selanjutnya adalah Sukabumi. Setelah nanya sama penjaga toilet, sya disarankan keluar terminal aja nungguin bus arah Sukabumi di depan terminal karena bus arah Sukabumi jarang yg masuk terminal klo Minggu pagi kya gini akibat adanya car free day. Nah loh harus olahraga lagi jalan kaki ke depan terminal padahal udah mepet banget nih jamnya.
Memasuki Terminal Pasir Hayam
Tiba di Terminal Pasir Hayam
Terminal Pasir Hayam
Barisan Bus Marita
Suasana Terminal Pasir Hayam
Suasana Terminal Pasir Hayam
Suasana Terminal Pasir Hayam
09.10 : Saatnya menunggu bus tujuan Sukabumi dan tentu saja sya memilih bus yg ada AC nya agar nyaman di perjalanan.
09.12 : Tak perlu menunggu lama, bus MGI berbody Evo-X dengan nomor lambung M 1121 ini pun datang menghampiri saya. Masih kebagian seat baris kedua sebelah kanan karena hotseatnya terlihat penuh semua. Bus ini memiliki konfigurasi seat 2-2 seperti bus Patas dengan tambahan smooking room di barisan seat belakang. Syangnya untuk perjalanan Cianjur-Sukabumi ini ga diberikan karcis.
Onboard MGI M1121
Jarak Antarseat MGI M1121

09.20 : Karena ada penumpang hotseat yg turun di Rancagoong, akhirnya sya pun berpindah menuju hotseat sebelah kiri untuk menikmati perjalanan santai menuju Sukabumi yg ditempuh sekitar 1 jam an bersama sensasi kriyet2 ala Hino RK8 ini.
Melintas Rancagoong
09.26 : Melintas Warung Kondang sedikit tersendat karena padatnya kendaraan yg melintas di jalur Sukabumi-Cianjur yg menurut sya cukup sempit dan ramai ini.
Melintas Warung Kondang
09.33 : Menyusuri jalan utama Sukabumi-Cianjur masih di kawasan Warung Kondang, bus hanya dipacu woles saja tanpa adanya greget buat melaju lebih kencang
Melintas Jalan Utama Sukabumi-Cianjur
09.40 : Melintas Gekbrong kress dengan Budiman Banjar-Sukabumi.
Melintas Gekbrong
09.47 : Melintas Sukalarang.
Melintas Sukalarang
10.00 : Melintas Sukaraja.
Melintas Sukaraja
10.06 : Melintas pertigaan Selakaso lanjut belok kiri menuju arah jalan lingkar selatan Sukabumi. Bagi yg mau menuju kota Sukabumi bisa turun di sini untuk oper angkot.
Melintas Pertigaan Selakaso
10.10 : Melintas jalan Selakaso yg menghubungkan dengan jalan lingkar selatan Sukabumi.
Melintas Jalan Selakaso
10.17 : Menyusuri jalan lingkar selatan Sukabumi yg masih belum selesai tahap pembangunannya karena belum terhubung dg jalan utama Sukabumi-Cianjur.
Melintas Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
10.25 : Alhamdulillah sampai juga di terminal baru Sukabumi yg berada di pinggir jalan lingkar selatan Sukabumi ini dengan selamat. PANAS BANGET....ini ungkapan pertama yg menggambarkan kondisi saat sya mendarat di terminal ini. Terminal Sukabumi ini udah termasuk terminal type A yg memiliki area sangat luas namun terkesan kurang terawat. Fasilitas tempat duduk di ruang tunggu pun sangat minim jumlahnya yg kebanyakan malah diduduki oleh para awak bus sendiri serta belum tersedianya lapak pedagang makanan sehingga para pedagang makanan pada berjualan di depan shelter bus. Selain bus AKAP dan AKDP, angkot pun bisa kita temui di dalam terminal ini.
Memasuki Terminal Sukabumi
Tiba di Terminal Sukabumi
10.30 : Niat hati ingin langsung puter balik saat itu juga karena mengejar waktu biar ga telat sampai Bandungnya tetapi saat itu MGI tujuan Bandung yg terparkir di shelter udah nampak penuh dan segera akan diberangkatkan sehingga mending nunggu keberangkatan selanjutnya sambil hunting sebentar di terminal ini. Hanya sedikit bus AKAP yg tampak di sekitar terminal dan lebih banyak didominasi oleh bus AKDP tujuan Sukabumi-Bandung serta bus medium lokalan saja.
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
Suasana Terminal Sukabumi
10.32 : Bus selanjutnya yg mengisi shelter bus AC tujuan Sukabumi-Bandung ternyata adalah Po. Sangkuriang (Po. Bhinneka Group). Awalnya sya tertarik untuk menaikinya tetapi setelah lihat konfigurasi seatnya 2-3 kaya ATB, akhirnya sya mengurungkan niat saja dan tetap menunggu MGI selanjutnya. FYI, bus tujuan Sukabumi-Bandung ini hanya dibedakan menjadi dua jenis yaitu bus AC sama non AC yg masing-masing berangkat sekitar 15 menit sekali. Bus AC dan non AC ini tarifnya hanya selisih 5rb saja sehingga mending naik bus AC pastinya yg lebih nyaman. Sambil menunggu keberangkatan selanjutnya, sya sempatkan menikmati servis makan nasi campur lauk ikan pindang di terminal ini seharga 10rb saja (standard lah hehe).
10.45 : MGI berbody Ecoline dengan nomor lambung CM 0969 segera mengisi shelter keberangkatan bus AC tujuan Bandung (Leuwi Panjang) setelah Sangkuriang tadi diberangkatkan. Sya pun bergegas masuk ke dalam bus untuk menempati hotseat sebelah kiri karena antusiasme para penumpang fanatik MGI ini begitu luar biasa, baru aja pintu dibuka udah pada berjubel buat masuk ke dalam bus. Mungkin karena faktor armada yg bagus serta pelayanan yg baik dari PO ini membuat penumpangnya setia menunggu. MGI 0969 ini sya rasa lebih nyaman daripada MGI M1121 tadi, selain tergolong armada baru juga penggunaan seat Rimba Kencana yg tebal dan nyaman walaupun jarak antarseatnya cukup sempit. 
MGI CM 0969 Parkir Shelter
MGI CM 0969 Parkir Shelter
Interior MGI CM 0969

11.00 : Bus bermesin Hino RK8 sensasi kriyet2 ini mulai diberangkatkan dengan penumpang yg nyaris rata bangku.
MGI CM 0969 Diberangkatkan
11.05 : Menyusuri jalan lingkar selatan hingga jalan utama Sukabumi-Cianjur. Sempat terjebak kemacetan saat melintas pertigaan Selakaso akibat jalan yg sempit namun ramai dilewati kendaraaan yg gede-gede sehingga membuat sya memilih tidur dulu zzzzz...
Menyusuri Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
11.40 : Melintas Sukalarang, baru melek lagi gara-gara dibangunin pak kondektur yg lagi narikin karcis hehe...
Melintas Sukalarang
12.05 : Melintas Warung Kondang, lanjut molor lagi zzzzz...
Melintas Warung Kondang
12.30 : Bangun-bangun ternyata udah memasuki terminal Rawabango, terminal yg berada di kawasan timur Cianjur ini. Sepertinya terminal ini kurang berfungsi optimal dan hanya sebagai perlintasan bus saja karena memang keadaan terminalnya yg sepi dan kurang terawat.
Memasuki Terminal Rawabango
12.33 : Lepas terminal Rawabango, Sangkuriang AC tadi udah terlihat hilalnya baru lepas sini juga. Jangan berpikir kalo MGI CM0969 ini akan mengejarnya malah justru Sangkuriang yg lari kocar-kacir menjauh sedangkan MGI tetap konsisten dengan style kalemnya.
Lepas Terminal Rawabango
12.40 : Melintas jalur Cianjur-Bandung masih di kawasan Karangtengah. Jalan yg mulus dan lurus namun ramai kendaraan membuat bus hanya dipacu woles saja.
Melintas Karangtengah
12.47 : Melintas pertigaan Sukaluyu yg memisahkan jalur menuju Bandung jika lurus dan jalur ke Purwakarta jika belok kiri.
Melintas Sukaluyu
12.50 : Sebelum memasuki Ciranjang disambut kemacetan panjang mulai kawasan Tungturunan hingga pasar Ciranjang.
Macet di Ciranjang
13.05 : Melintas Ciranjang, kepadatan kendaraan masih mewarnai jalan di kedua arah. Aktivitas pasar Ciranjang menjadi salah satu penyebab kemacetan ini.
Melintas Ciranjang
13.23 : Memasuki wilayah Kabupaten Bandung Barat setelah melintasi Jembatan Rajamandala.
Memasuki Kabupaten Bandung Barat
13.27 : Melintas Rajamandala.
Melintas Rajamandala
13.40 : Melintas Cipatat, mulai melewati lintasan berliku dan menanjak seperti kawasan puncak namun ini lebih ekstrim karena lebih sempit jalannya.
Melintas Cipatat
13.53 : Banyaknya tikungan yg cukup ekstrim ditambah harus bermacet-macetan pula akibat adanya truk muatan yg berjalan pelan2 saat menanjak seperti ini membuat perjalanan terasa semakin lama.
Melintas Cipatat
14.08 : Melintas Ciburuy.
Melintas Cibury
14.13 : Melintas Padalarang sempat ngetem sebentar di terminal bayangan bersama bus Karunia Bakti tujuan Garut dan Patriot tujuan Jakarta sebelum masuk GT. Padalarang.
Melintas Padalarang
14.22 : Memasuki GT. Padalarang. Sepanjang tol menuju arah Pasir Koja ini, akhirnya bus mulai bisa digeber agak kenceng dg kondisi tol yg lancar jaya.
Memasuki GT. Padalarang
14.34 : Memasuki GT. Pasir Koja lanjut menyusuri Jl. Soekarno Hatta menuju arah terminal Leuwi Panjang. Sepanjang jalan ini kita akan menemui pemandangan agen bus malam tujuan Sumatera dg penampakan bus yg diparkirkan di depannya maupun di pinggir jalan ini.
Memasuki GT. Pasir Koja
14.47 : Alhamdulllah sampai di terminal leuwi panjang. Perjalanan Sukabumi-Bandung yg normalnya hanya 3 jam ini nyaris ditempuh hampir 4 jam akibat banyaknya kemacetan di jalan ditambah style mengemudi driver MGI yg super woles ini. Lanjut shalat jamak Dhuhur dan Ashar dulu sebelum melaksanakan etape selanjutnya.
Tiba di Terminal Leuwi Panjang
15.10 : Usai shalat lanjut menuju tempat ngetemnya bus kota Damri. Suatu fakta unik yg dapat sya temukan saat berkeliling terminal ini adalah adanya lapangan voly yg berada di tengah2 terminal Leuwi Panjang  dan saat itu lagi banyak anak2 yg lagi asyik main futsal di area tsb. Ini merupakan hal yg perlu diapresiasi dimana biasanya terminal identik dg area yg cukup "keras" tetapi kali ini malah digunakan pula buat area bermain anak sehingga bermain di futsal maupun voly sepertinya bukan hal yg mustahil lagi dilakukan di terminal ini hehe... Salut buat pemerintah kota Bandung.
Bermain Futsal di Terminal Leuwi Panjang
15.15 : Bus kota Damri yang tersedia di terminal Leuwi Panjang ini melayani empat rute yaitu Leuwi Panjang-Cicaheum, Leuwi Panjang-Cibiru, Leuwi Panjang-Ledeng dan Leuwi Panjang-Dipatiukur. Karena tujuan sya selanjutnya adalah menuju agen Pahala Kencana yg berada di jalan Riau makanya sya memilih untuk naik bus tujuan Cicaheum karena nanti bisa turun di perempatan jalan Riau yg searah dg trayek yg dilewati bus ini.
Barisan Bus Kota Damri
15.20 : Bus diberangkatkan menuju cicaheum. Lepas Leuwi Panjang berjalan santai sambil mencari penumpang. Lumayan kan hanya dengan 5rb saja sudah bisa keliling kota Bandung sekaligus menuju kawasan jalan Riau ini.
Onboard Bus Kota Damri
15.45 : Melewati Alun-Alun Bandung. Di halte alun-alun sudah banyak penumpang yg menunggu bus ini, selain itu di sini juga dilakukan kontrol.
15.57 : Tiba di perempatan jalan Riau lanjut jalan kaki ke arah utara menyusuri jalan Riau (Kalo sekarang sih namanya jalan R.E. Martadinata).
Tiba di Perempatan Jalan Riau
16.02 : Ga nyampe 5 menit berjalan udah sampe di agen PK yg saat itu sudah ada bus PK "Mawar Bodas" tujuan Lasem yg terparkir di depan agen. Ini merupakan kali kedua sya berkunjung ke agen keberangkatan PK ini setelah sebelumnya dulu pernah ke sini saat touring liburan bersama keluarga ke Bandung. Langsung saja sya menukarkan m-ticket dari Redbus ini dan didapatlah selembar tiket model print-printan lagi yg ada barcodenya buat discan saat sebelum servis makan. Pelayanan tiketing di sini menurut sya sangat ramah, ruang tunggu lumayan nyaman dan ada wifinya juga yg bikin betah hohoho...
Agen PK Jalan Riau
Agen PK Jalan Riau
Tiket PK Bandung-Jogja
16.15 : Menyempatkan buat servis makan dulu dengan mencari warung makan di sekitar agen PK ini. Warung sate yg berada tak jauh dari agen ini akhirnya menjadi tambatan buat menghilangkan rasa lapar sya kali ini. Cukup murah hanya dengan 14rb udah dapet 10 tusuk sate kambing plus nasi dan rasanya ajibbbb gan.
16.45 : Kembali menuju agen PK dan menunggu kedatangan bus tujuan Jogja yg belum nampak hilalnya hingga sekarang. Malahan bus PK tujuan Wonogiri via utara udah datang menggantikan PK tujuan Lasem yg udah diberangkatkan.
17.15 : Sesosok PK berbody All New Legacy SR1 dg nomor lambung HT 806 nampak memasuki agen dan ternyata inilah bus tujuan Jogja hari ini. Sempat kaget kenapa malah dapat jatah All New Legacy SR1 kaya gini padahal jatah biasanya adalah Jetbus 2 rombakan bermesin MB OH 1525. Bus ini aslinya adalah jatah Bojonegoro yg hari ini ditugaskan menjadi jatah Jogja. Seneng sih dapet armada berchasis Hino RG lagi tapi kalo ada sekatnya kaya gini jadi kurang indah rasanya. 
PK HT 806
PK HT 806
17.30 : Seluruh penumpang bus PK tujuan Jogja mulai diminta untuk masuk ke dalam bus. Kesan pertama masuk ke dalam bus adalah lumayan oke interiornya dg fasilitas seats yg telah dilengkapi legrest, bantal dan selimut tapi ga semuanya ada bantalnya. Namun seketika sya kecewa saat mendapati bahwa jarak seat depan dg sekat sempit banget bahkan saat legrest diturunkan pol pun, sya masih kesempitan mengatur posisi duduk. Padahal seat baris kedua ke belakang tampak lbh longgar. Dan ternyata setelah sya hitung total seatnya berjumlah 34 seats, ini mah malah dapat bus kelas VIP donk padahal beli tiketnya kelas executive huffftttt. Tak berhenti sampe di situ yg bikin jjk lagi yaitu adanya penampakan baby coro yg banyak bingit berkeliaran di sekitar hotseat, ampun dah semoga kebersihannya lebih ditingkatkan lagi.
PK HT 806 Powered by Hino RG
Jarak Antarseat PK HT 806
Interior PK HT 806
18.00 : Bus diberangkatkan menuju terminal cicaheum. Sebelum diberangkatkan, kru membagikan snack berupa roti sobek dan air mineral botol (lumayan ada snacknya sekarang). Baru lepas dari agen udah terasa kalo driver PK HT 806 ini cukup ngejoss bawaannya. Selain itu bunyi kriyet-kriyet juga tak terlalu terdengar dari kabin dalam walaupun masih recomended PK HT 531 semalem tentunya.
Menuju Terminal Cicaheum
Snack (Roti dan Air Mineral Botol) dari PK
18.15 : Macet sebelum memasuki terminal cicaheum.
Macet Sebelum Terminal Cicaheum
18.20 : Memasuki terminal cicaheum yg mulai rame dengan bus-bus malam arah ke jawa.  Bus-bus muriaan seperti Nusantara NS 91, New Shantika Seri 10 dan Bejeu B32 mulai diberangkatkan satu per satu meninggalkan terminal. Akhirnya hanya tinggal ada penampakan Kramat Djati tujuan Wonosari, Sinar Jaya tujuan Wonosobo, Bandung Express tujuan Lasem dan PK HT 806 ini bus malam yg masih berada di area terminal.
Parkir di Terminal Cicaheum
18.37 : Bus mulai dipacu keluar meninggalkan terminal. Lepas terminal bus hanya dipacu santai melewati ujung berung, cibiru hingga lepas cileunyi karena jalanan lumayan padat saat itu.
Berangkat dari Terminal Cicaheum
18.47 : Melintas ujung Berung masih berjibaku dengan kepadatan lalu lintas.
Melintas Ujung Berung
19.15 : Melintas Cibiru setelah sebelumnya menaikkan penumpang dari agen PK Gedebage.
Melintas Cibiru
20.00 : Mengambil penumpang lagi di agen Jatinangor yg harus memutar dulu di dekat UNPAD dan harus terkena macet parah selepas Jatinangor arah Cileunyi.
Macet di Jatinangor
20.15 : Melintas Cileunyi setelah berjibaku dengan kemacetan panjang kendaraan yg menuju arah GT. Cileunyi. Lepas Cileunyi malah ketiduran karena udah capek rasanya ditambah ngeliat macet sana sini yg bikin bosen.
Melintas Cileunyi
21.20 : Bangun-bangun ternyata udah sampe daerah Kersamanah sehingga sya pun harus rela melewatkan aksi bus ini saat melintasi turunan Nagreg dan sya pun lanjut tidur lagi.
Melintas Kersamanah
22.07 : Udah nyampe Ciawi ternyata dan kondisi jalanan saat itu lagi hujan cukup deras. Lagi-lagi sya melewatkan aksi bus ini melintasi turunan curam lingkar Gentong, gara-gara ndledeg berkepanjangan jadi kebanyakan tidur deh di jalan hmm.
Melintas Ciawi
22.12 : Melintas Rajapolah. Jalanan yg gelap gulita ditambah sekat yg menghadang membuat perjalanan kali ini kurang well rasanya.
Melintas Rajapolah
22.20 : Melintas simpang Rajapolah, sang driver masih memilih lurus menuju arah Cihaurbeuti walaupun sudah ada larangan melintas karena adanya perbaikan jembatan Cibaruyan karena biasanya jalurnya memang lewat sini.
Melintas Simpang Rajapolah
22.24 : Sampe di tengah perjalanan jalur Cihaurbeuti-Ciamis ternyata jalannya ditutup untuk arah Ciamis. Nah loh bingung sendiri driver sama krunya dan akhirnya menepi sebentar untuk mencoba tanya warga sekitar. Akhirnya bus pun langsung puter balik menuju arah simpang rajapolah tadi. Anehnya kok bus-bus dari arah Ciamis seperti Gapuraning Rahayu, Budiman dll masih bisa lewat ya? entahlah.
Menepi Sebentar Akibat Penutupan Jalan
22.32 : Karena sepertinya masih kurang yakin, PK HT 806 ini pun kembali menepi di depan RM. Sari Rasa Rajapolah, tempat bus-bus Bandung Express, Kramat Djati dan Rajawali untuk istirahat/servis makan. Kru PK ini langsung lari menuju ke dalam RM untuk menanyakan pada rekan sesama kru bus malam tentang jalur yg harus dilewati setelah ini.
Berhenti di Depan RM. Sari Rasa Rajapolah
22.37 : Akhirnya setelah mendapat pencerahan, lanjut menuju simpang rajapolah tadi dan mlipir belok kanan menuju jalur arah Tasik. Untung aja bertemu sama Budiman Pangandaran-Bandung yg bisa diikuti kemana jalannya biar ga nyasar.
Menuju Arah Tasik
22.47 : Melintas Pinggiran kota Tasik dengan kondisi hujan deras bahkan di beberapa titik sempat tergenang air, PK HT 806 ini terus bertahan mengikuti di belakang Budiman Pangandaran-Bandung sebagai petunjuk jalannya hingga Cikoneng.
Melintas Pinggiran Kota Tasik
23.00 : Melintas Cikoneng yang merupakan pertemuan antara akses jalan dari tasik dan cihaurbeuti. Akibat muter lewat tasik dulu jadinya waktu tempuhnya lebih lama hingga selisih lebih dari setengah jam. lepas Cikoneng langsung mosak-masik lagi sepanjang jalan Tasik-Banjar ini.
Melintas Cikoneng
23.35 : Memasuki RM. MR (ex RM. Datuk Frima) di kawasan Cijeungjing, Ciamis. Servis makan yg kelewat malam ini mah. Saat nyaris ganti hari baru tibalah saatnya mengisi perut, untung aja tadi udah makan sate duluan sebelum berangkat. Kupon makan model scan barcode yg tertera di tiket pun langsung sya tukarkan dengan menu prasmanan yg minimalis ini yaitu nasi, oseng buncis dan wortel, 2 sayap ayam bumbu balado dan teh tawar hangat. Menu yg disajikan memang sangatlah sederhana dan ga ada istimewanya tapi rasanya lumayan enak lho cocok di lidah sya. 
Servis makan di RM. MR Cijeungjing
Menu Servis Makan di RM. Cijeungjing
23.50 : Shalat Isya dulu sebelum bus diberangkatkan kembali.


HARI 3
00.00 : Bus diberangkatkan lagi masih bersama driver yg sama alias engkel bawanya. Mas-mas samping sya pun akhirnya pindah ke seat belakang untuk menikmati tidurnya lagi yg lebih nyaman sehingga sya bisa menikmati perjalanan ini dengan lega dan selonjor mania hehehe....
Bus Berangkat dari RM. MR
00.13 : Melintas kota Banjar Patroman. Selepas Banjar ini performa yg sesungguhnya dari PK HT 806 ini mulai nampak. Jalanan yg tak lagi hujan membuat sang driver lebih kencang menggeber armadanya ini, apalagi posisi jalanan yg mulai sepi. Berbagai tikungan, tanjakan dan turunan berhasil dilibas dengan mudah oleh PK HT 806 ini.
Melintas Kota Banjar Patroman
00.34 : Melintas Wanareja udah bisa mengejar Sinar Jaya tujuan Wonosobo yg tadi melintas duluan saat PK HT 806 masih berada di RM. MR. 
Melintas Wanareja
00.45 : Melintas Majenang, bertemu dengan Bandung Express yg larinya tak bisa diremehkan lagi mengejar rombongan Putra Remaja parwis yg jauh di depan. Larinya cukup mosak-masik juga dan berani ngeblong kanan terus sepanjang jalur Majenang-Karangpucung ini. 
Mengejar Bandung Express
Mengejar Bandung Express
00.53 : Melintas Cimanggu, Bandung Express tsb berhasil mengasapi 2 bus Putra Remaja parwis yg lagi berkonvoi dan langsung ngacir cukup jauh. Tak mau ketinggalan PK HT 806 juga berusaha buat mendahului rombongan Putra Remaja Parwis tsb yg cukup sulit ditekan pertahanannya hingga akhirnya mampu melesat meninggalkan kedua bus tsb.
Melngejar Putra Remaja
00.58 : Masih di kawasan Cimanggu, akhirnya setelah ditempel ketat terus-menerus si Bandrex inipun menyerah juga dan memberikan jalannnya kepada PK HT 806.
Melintas Cimanggu
01.10 : Melintas Karangpucung hanya berlari sendirian sekarang. Sempat kress dengan SR 7157 yg berada di sela-sela rombongan Gunung Harta parwis dan terlihat lari terbirit-birit karena dikejar-kejar oleh Mandala di belakangnya.
Melintas Karangpucung
01.18 : Melintas Lumbir dengan jalanan yg berkelak-kelok namun sudah mulus dan lebar sekarang jalannya. Bus pun tetap dipacu kencang karena jalanan yg cukup sepi hingga sya pun kembali tertidur zzzzz...
Melintas Lumbir
02.22 : Bangun-bangun sedikit kebingungan ini udah sampai mana karena posisi jalanan yg sepi dan gelap. Setelah lihat ada pasukan Pumas yg lagi istirahat di depan RM. Jembatan 2, baru ngeh kalo ini lagi melintasi jalinsum ternyata.
Melintas Jalinsum
02.35 : Melintas Gombong kembali terlibat aksi kejar-kejaran dengan Sumber Alam "Intan" dilanjutkan dengan Putra Remaja parwis, entah bus yg tadi udah disalip atau bus yg lainnya lagi ini namun Putra Remaja parwis yg satu ini lebih gila larinya. PK HT 806 dapat dengan mudah mendahului Sumber Alam "Intan" namun lain halnya dg Putra Remaja parwis tsb yg tak kunjung terkejar malah makin kencang larinya bus tsb.
Melintas Gombong
Mengejar Sumber Alam "Intan"
Mengejar Putra Remaja Parwis
02.47 : Berhenti sebentar di RM. Lestari Karanganyar untuk kontrolan sehingga harus melepas Putra Remaja parwis melesat duluan.
Berhenti di RM. Lestari
02.55 : Lepas dari RM. Lestari, langsung konvoi bareng Pumas P23 dan Sinar Jaya disco hingga simpang 5 Kebumen.
03.03 : Melintas simpang 5 Kebumen ternyata PK HT 806 ini memilih belok kanan via lingkar Kebumen mengikuti Sinar Jaya disco. Padahal di depannya Sinar Jaya tadi terlihat Pumas P23 yg memilih jalur lurus via kota kebumen yg lebih cepat.
Melintas Lingkar Kebumen
03.10 : Memasuki terminal Kebumen hanya sekedar muterin terminal saja barengan sama Sinar Jaya disco yg menurunkan penumpang di dalam terminal ini.
Memasuki Terminal Kebumen
03.15 : Lepas Kedungbener, berhasil menggoyang kanan Murni Jaya E84 dilanjutkan dengan pengejaran terhadap Pumas P23 yg mulai terlihat hilalnya juga dan tak terlalu sulit untuk dipatahkan walaupun Pumas P23 tadi via Kota Kebumen yg jarak tempuhnya lebih cepat daripada via lingkar Kebumen.
Melintas Lingkar Kebumen
03.45 : Memasuki terminal Purworejo yg masih sangat sepi ini juga hanya sekedar muterin terminal saja. Bus berhenti sebentar di sini karena kru sedang membelikan kopi buat drivernya.
Memasuki Terminal Purworejo
03.53 : Lepas terminal Purworejo lanjut belok kiri menuju  arah Magelang via lingkar utara Purworejo. Udah mulus ternyata jalan lingkar yg menghubungkan Kabupaten Purworejo dan Magelang ini setelah sempat diperbaiki cukup lama.
Melintas Lingkar Utara Purworejo
04.10 : Melintas tanjakan kalijambe dengan jalur berliku dan cukup ekstrem.
Melintas Tanjakan Kalijambe
Melintas Tanjakan Kalijambe
04.26 : Melintas Salaman. Cukup banyak ternyata penumpang yg tujuan akhirnya di sekitar Salaman dan sepanjang jalur Purworejo-Magelang ini, pantes aja trayek Bandung-Jogja ini dibela-belain harus muter dulu via Magelang.
Melintas Salaman
04.47 : Melintas Artos Magelang, menurunkan seorang penumpang di sini lanjut belok kanan menuju arah Jogja sehingga bus ini tidak mampir ke terminal Magelang dulu.
Melintas Artos Magelang
05.04 : Melintas Muntilan, sya mulai berpindah ke bangku CD depan untuk jadi penunjuk arah jalan menuju Jogja dan juga membantu ibu2 yg kebingungan mau turun Denggung tapi ga tahu dimana Denggung itu karena belum pernah sebelumnya naik bus dan kebetulan kru bus ini pun tak tahu juga dimana Denggung itu kwkwkwk
Melintas Muntilan
05.12 : Melintas Salam bertemu dengan Kramat Djati tujuan Wonosari yg udah nyampe sini juga ternyata. Langsung aja dikejar sama PK HT 806 ini dan diseset kanan tanpa perlawanan.
Mengejar KD
Diseset kanan oleh PK HT 806
05.16 : Melintas perbatasan Jateng-DIY.
Melintas perbatasan Jateng-DIY
05.32 : Alhamdulillah sampai juga di terminal Jombor dengan selamat. Tak lupa mengucapkan terima kasih pada kru yg bertugas. Walaupun sempat nyasar-nyasar dan terjebak macet saat keluar Bandung tetapi masih bisa tiba di Jogja ga kesiangan amat. Sebenarnya bisa saja sya ngikut bus ini dan turun di depan RS. JIH yg lebih dekat dengan kosan karena bus ini katanya ga lewat Giwangan dan langsung ke pool janti tetapi karena jam yg udah mepet buat shalat Subuh jadinya mending turun di Jombor saja. Lanjut menuju mushola terminal Jombor untuk shalat Subuh yg udah telat ini.
Tiba di Terminal Jombor
05.40 : Menuju halte trans Jogja terminal Jombor buat mencoba muter2 Jogja sebentar naik trans Jogja sebelum pulang kos. Bus medium berbody Evo-C lawas dengan jalur 2B menjadi bus yg pertama sya naiki menuju terminal Condong Catur.
Naik Trans Jogja Jalur 2B
05.54 : Transit dulu di halte Terminal Condong Catur dan menunggu datangnya bus jalur 1B yg mengarah menuju Ambarukmo. Tak menunggu lama, bus medium berbody Nucleus ini pun datang dan hanya membawa sya seorang diri saja hingga Ambarukmo hohoho....tapi suosss juga klo pagi gini.
Naik Trans Jogja Jalur 1B
06.10 : Transit lagi di halte Ambarukmo untuk berganti bus jalur 5A yg menuju arah YKPN Seturan biar lebih dekat dengan kos. Kali ini dapet bus medium barunya Trans Jogja dengan body All New Nucleus untuk menyudahi touring sya pada kesempatan ini.
Naik Trans Jogja Jalur 5A
06.17 : Turun di hate portable dekat YKPN Seturan lanjut order gojek yg akan mengantarkan sya hingga depan kos.
06.30 : Alhamdulillah sampai kos kembali dengan selamat, lanjut mandi dan istirahat tentunya. Alhamdulillah juga keseluruhan perjalanan touring kali ini sesuai dengan KPS yg udah disusun sehingga tuntas sudah rasa penasaran sya buat melewati jalur puncak Bogor hingga Sukabumi yg udah lama jadi angan2 di otak ini.

Akhir kata ...
Tungguin kisah-kisah perjalanan sya selanjutnya ya gan dan jangan bosen-bosen untuk tetap menjadi pembaca setia caper sya, syukur2 dapat saran dan kritik yg membangun. Terima kasih...^ ^.


Tarif :
Jogja-Kampung Rambutan : Free of Charge (Po. Pahala Kencana VIP)
Kampung Rambutan-Cianjur : 25k (Po. Doa Ibu AC Ekonomi)
Cianjur-Sukabumi : 10k (Po. MGI AC)
Sukabumi-Bandung : 30k (Po. MGI AC)
Leuwi Panjang-Cicaheum : 5k (Bus Kota Damri)
Bandung-Jogja : Free of Charge (Po. Pahala Kencana Executive Class)
Muter-Muter Jogja : 3,5k (Trans Jogja)
Gojek : 3k

Berikut ini tiket dan karcis bus selama perjalanan touring kali ini....